Yayasan Somba Mori Go Gelar Cerdas Cermat, Bupati Manggarai: Bangun Mental Kompetitif

0

RUTENG-Yayasan Somba Mori Go (YSMG) menggelar lomba cerdas cermat antarsekolah di Gereja Stasi Anam, Desa Bulan, Kecamatan Ruteng, Kab. Manggarai, Jumat (1/10/2021).

Kegiatan tersebut melibatkan 11 Sekolah Dasar (SD), 10 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 10 Sekolah Menengah Atas (SMA).

Pendiri sekaligus Pembina Yayasan YSMG Boni Hargens mengatakan lomba tersebut dibuat untuk merayakan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2021.

Menurut Boni, lomba tersebut bertujuan untuk membangun semangat nasionalisme dan moral keimanan siswa. Bangsa Indonesia pada masa depan membutuhkan insan yang cerdas, nasionalis dan berakhlak baik.

“Yayasan berkomitmen untuk terus membangun literasi dan pencerdasan masyarakat di NTT sekaligus menumbuhkembangkan semangat cinta tanah air,” kata Boni.

Sementara Bupati Manggarai Heribertus Nabit mengapreasi kegiatan cerdas cermat tersebut. “Kegiatan ini mengingatkan kembali bahwa anak-anak kita harus tetap mendapat pendidikan pada situasi apapun,” kata Heri.

Heri menambahkan, kegiatan tersebut bisa membangun mental kompetitif pada anak-anak. Setidaknya kata Heri dapat memberi gambaran mengenai situasi dan mutu pendidikan di era pandemi dalam dua tahun terakhir.

“Semoga semakin banyak pihak yang berkontribusi dalam memajukan pendidikan di Manggarai. Kolaborasi multipihak niscaya membawa kemajuan,” katanya.

Senada dengan Bupati Heri, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Manggarai Fransiskus Gero turut mengapresiasi kepada Yayasan Somba Mori Go yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.

“Kita akan terus kembangkan dan budayakan kompetisi mutu secara berjenjang untuk melahirkan siswa berprestasi. Hal ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Manggarai yaitu “MANGGARAI YANG MAJU, ADIL DAN BERDAYA SAING” yang dijabarkan misi meningkatkan mutu sumber daya manusia,” kata Fransiskus.

Fransiskus mengatakan, kegiatan tersebut dapat membantu siswa pada jalur berprestasi jika masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

“Pendidikan menjadi urusan bersama, kami terbuka untuk menerima masukan dari semua pihak untuk kemajuan pendidikan di kabupaten Manggarai”, lanjutnya.

Sedangkan Wakil Ketua Umum YSMG Thomas Junggam menyatakan, munculnya ide kegiatan tersebut berawal dari rasa keprihatinan. Terutama memudarnya nilai-nilai moral yang terus melanda kalangan generasi muda masa kini yang merupakan masa depan Gereja, Bangsa dan Negara.

YSMG pun kata Thomas mengambil bagian sebagai mitra sekolah dan gereja melakukan tindakan nyata untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Hal tersebut didasari melalui pembentukan karakter dengan terus menanamkan Nilai-Nilai Pancasila dan teladan hidup Para Orang Kudus. (Red).

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.