Wartawan Purwokerto protes karena dilarang liput Sentra Vaksinasi BUMN

0 12

Panitia menyediakan Google Form bagi wartawan yang hendak meliput kegiatan vaksinasi massal bagi lansia di Setra Vaksinasi Bersama BUMN.

Purwokerto (ANTARA) – Belasan wartawan yang bertugas di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, melakukan aksi protes karena ada larangan meliput kegiatan vaksinasi COVID-19 bagi lansia di Sentra Vaksinasi Bersama BUMN, kompleks Gelanggang Olahraga (GOR) Satria, Purwokerto, Rabu.

Aksi protes tersebut berawal dari kedatangan wartawan dari berbagai media cetak, elektronik, dan daring untuk meliput pelaksanaan vaksinasi massal hari pertama tersebut.

Saat sejumlah wartawan berada di dalam arena vaksinasi, mereka didatangi panitia yang menyampaikan informasi jika jumlah wartawan yang meliput kegiatan tersebut dibatasi tiga orang setiap harinya dengan alasan sebagai penerapan protokol kesehatan.

Panitia yang diketahui bernama Prisilia itu mengatakan bahwa panitia menyediakan Google Form bagi wartawan yang hendak meliput kegiatan vaksinasi massal bagi lansia di Setra Vaksinasi Bersama BUMN tersebut, termasuk menyiapkan dokumentasi foto bagi wartawan.

Setelah mendengar informasi itu, wartawan pun protes karena panitia tidak menyosialisasikan kebijakan peliputan tersebut sebelum hari-H pelaksanaan vaksinasi.

Bahkan, ketika ditanya mengapa panitia tidak mengundang wartawan terlebih dahulu untuk menginformasikan teknis peliputan, Prisilia mengatakan bahwa seluruh panitia sibuk dengan pendirian tenda dan sebagainya.

Ketua PWI Kabupaten Banyumas Lilik Darmawan saat bernegosiasi dengan panitia guna meminta agar wartawan diizinkan meliput kegiatan vaksinasi massal bagi lansia di Sentra Vaksinasi Bersama BUMN, kompleks GOR Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (31-3-2021), secara bergantian. ANTARA/Sumarwoto

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Banyumas Lilik Darmawan yang hendak meliput kegiatan tersebut pun mencoba melakukan negosiasi dengan panitia agar wartawan tetap bisa meliput meskipun secara bergantian.

Akan tetapi negosiasi tersebut tidak membuahkan hasil, hingga akhirnya belasan wartawan yang hendak meliput kegiatan tersebut melakukan aksi meletakkan kamera dan kartu pers di depan pintu masuk area vaksinasi sebagai bentuk protes.

Saat ditemui di sela aksi protes, Ketua PWI Kabupaten Banyumas Lilik Darmawan menyayangkan kejadian tersebut.

“Wartawan itu ‘kan datang ke sini karena ingin mencari berita. Akan tetapi, ternyata di sini kok tidak boleh (diliput),” katanya.

Berdasarkan informasi dari panitia, lanjut dia, jumlah wartawan yang meliput kegiatan tersebut dibatasi tiga orang setiap hari.

“La, itu ‘kan (pembatasan jumlah wartawan, red.) tidak diumumkan. Saya bilang, kalau memang enggak boleh, di depan tolong ada tulisan ‘wartawan dilarang masuk’ atau ‘wartawan dilarang meliput’. Akan tetapi, kalau tidak ada seperti itu (larangan, red.), kemudian teman-teman yang mau kerja meliput berita yang menarik soal vaksin, tiba-tiba kok enggak boleh, ini ‘kan jadi masalah,” katanya menegaskan.

Sebelum kegiatan tersebut digelar, kata dia, panitia tidak menyosialisasikannya kepada wartawan.

Jika sebelumnya telah ada komunikasi antara panitia dan wartawan, menurut dia, semuanya akan berjalan dengan baik.

“Kami ‘kan juga tahu. Kami ‘kan juga sudah vaksin dua kali, mengikuti prokes itu menjadi hal yang utama, kok, dikira tidak tertib. Tadi dibilang kalau kami tidak tertib,” katanya.

Pewarta: Sumarwoto
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Source link

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.