Warga Kesal Meteran Listrik Tak Sesuai Pesanan, Pemdes Golo Meni Malah Berkelit

0

BORONG-Pemasangan meteran listrik bagi pelanggan di desa Golo Meni, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) diduga tidak sesuai dengan jumlah uang yang sudah diberikan pelanggan.

Kesepakatan awal kepada pelanggan meteran yang berukuran 1300 Kwh. Namun beberapa pelanggan justru hanya mendapatkan meteran 900 Kwh.

Warga desa Golo Meni Ferdinandus Jandu mengaku kecewa dengan Pemerintah Desanya (Pemdes). Pasalnya, meteran yang dipasang tidak sesuai dengan jumlah uang yang sudah diberikan kepada pihak perusahaan melalui Pemdes.

“Waktu itu saya memberikan uang muka sebesar satu juta rupiah untuk meteran berukuran 1300kwh. Kemudian pada saat pemasangan saya memberikan lagi uang untuk pelunasan meteran.Total keseluruhannya sebesar Rp2.600.000 rupiah” ujar Ferdinandus kepada Infolabuanbajo.com, Senin (26/4/2021).

Ferdinandus menjelaskan, uang tersebut diberikan kepada pihak Pemdes yang berhubungan langsung dengan pihak perusahan PT. Graha Kencana selaku perusahan yang memasang meteran listrik di wilayah desa Golo Meni.

Ferdinandus pun protes dengan Pemdes. Kata Ferdinandus, Pemdes berjanji bakal berkomunikasi dengan pihak perusahan yang bertanggung jawab dalam memasang meteran tersebut.

“Saya sudah menyampaikan masalah ini kepada pemerintah desa. Saat itu mereka mengatakan akan menindaklanjuti persoalan ini dengan melakukan kordinasi ke pihak perusahan terkait,” tuturnya.

Namun janji tinggal janji. Sebab kata Ferdinandus, Pemdes belum menindaklanjuti keluhan tersebut ke pihak perusahan pengadaan meteran. “Saya kecewa karena persoalan ini tidak pernah digubris oleh pemerintah desa,” tambahnya

Ferdinandus berharap Pemdes segera mengambil sikap terkait permasalahan yang dialaminya tersebut termasuk mengembalikan kelebihan uang meteran yang tidak sesuai dengan pesanan.

Kekecewaan yang sama juga diutarakan oleh Edeltrudis (35). Namun meteran Edeltrudis belum terpasang di rumahnya. Padahal sudah menyerahkan sejumlah uang kepada Pemdes.

“Saya sudah menyetorkan uang sebesar Rp1 juta kepada Kepala Desa waktu itu. Namun hingga saat ini meteran belum terpasang,” kata Edeltrudis dengan nada kesal.

Bahkan Edeltrudis selalu menyampaikan hal tersebut kepada Kepala Desa, tetapi tidak ada realisasi, meski berjanji akan mengembalikan uang miliknya.

“Sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya meski dia sudah berjanji untuk mengembalikan uang yang sudah kami berikan,” katanya.

Berdasarkan data yang dihimpun media ini dari beberapa sumber lain menyebutkan hampir semua pelanggan membayar uang dengan jumlah lebih kepada Pemdes Golo Meni.

Hal tersebut diketahui pelanggan setelah melihat daftar harga meteran yang tertera dalam brosur yang diberikan pihak PLN tidak sesuai dengan jumlah uang yang mereka berikan.

“Lebihnya itu sebesar Rp200 ribu. Kami tahu itu setelah melihat daftar harga yang tertera di brosur milik PLN,” ungkap salah seorang warga yang enggan menyebutkan namanya.

Pemdes Akui Terima Uang

Namun Pemdes Golo Meni berkelit atas keluhan warga tersebut. Bendahara Desa Golo Meni Eugedius Fandri mengaku pihak desa tidak mengetahui soal pemasangan meteran. Pihak desa kata Fandri hanya menerima uang berdasarkan keputusan saat awal pemasangan meteran.

“Soal ukuran meteran kita tidak tahu entah itu meteran 1300Kwh atau meteran 900 Kwh. Intinya saat meteran dipasang semuanya lunas,” katanya.

Menurut Fandri, pihak Pemdes hanya bertindak mengamankan uang yang sudah diberikan masyarakat atas dasar konsep kerjasama. Meteran yang dipasang sudah sesuai dengan pesanan.

Fandri membantah tudingan Ferdinandus terkait kesalahan pemasangan meteran. Pasalnya, pihaknya belum mendapat laporan resmi dari Ferdinandus terkait kesalahan pemasangan meteran tersebut. Begitu pula dengan keluhan pelanggan lainnya.

Fandri pun meminta media untuk turun langsung ke lokasi. Pasalnya, testimoni Ferdinandus tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.

Menurut Fandri, beberapa media sebelumnya sudah meminta konfirmasi kepada pihak desa terkait kasus ini. Namun semua berita konfirmasi tersebut tidak ditayangkan. Sebab Fadri memastikan informasi masyarakat tidak benar dan tidak sesuai fakta lapangan.

Sementara Nobertus F.F. Ledo, perwakilan PT.Graha Kencana wilayah Manggarai mengatakan pihaknya memasang meteran sesuai dengan data yang diterima dari Pemdes Golo Meni.

Sejauh ini kata Nobertus, pihaknya tidak mengetahui persoalan yang terjadi di desa Golo Meni. Pasalnya, belum ada laporan dari pemerintah desa terkait kesalahan pemasangan meteran.

Nobertus menilai meteran yang dipasang sudah sesuai dengan ukuran dan jumlah uang yang sudah diterimanya dari Pemdes.

Apalagi kata Nobertus, pihak yang berhubungan langsung dengan pelanggan di desa Golo Meni adalah Pemdes bukan pihak perusahaan. (Firman Jaya).

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.