Wagub Naesoi Sebut Tenun Ikat Sebagai Kekayaan Intelektual Perempuan-perempuan di NTT

0 133

Kupang, InfoLabuanBajo.com – Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi menyebut tenun ikat di NTT merupakan kekayaan intelektual perempuan di NTT dan bukan sekedar kerajinan tangan yang diwariskan dari leluhur semata.

Demikian disampaikan Wagub Nae Soi saat meninjau persiapan festival tenun 2021 yang akan digelar hingga rabu 24 Maret 2021.

“Tenun ikat itu merupakan karya tangan dan juga kekayaan intelektual perempuan-perempuan di NTT yang memang sudah diwariskan turun temurun oleh nenek moyang,” katanya di Kupang, mengutip Antara.

Menurut mantan anggota DPR RI Fraksi Golkar ini, karya tangan dan kekayaan intelektual tenun NTT saat ini sudah mendunia dan mampu mengangkat harkat dan martabat masyarakat NTT.

Hal ini jelas dia, terbukti dari motif yang terdapat dalam tenun itu sendiri yang menunjukkan betapa kayanya imajinasi kaum perempuan khususnya nenek moyang masyarakat NTT dulu.

“Tentunya mama-mama kita dulu mempunyai wawasan yang luas dan imajinasi yang sangat bangus yang kemudian dituangkan dalam karya-karya tangannya di atas kain tenun,” jelas Nae Soi.

Menurut dia, sebagai kekayaan intelektual dan merupakan aset, maka penting karya tenun di NTT mulai dipatenkan.

Apalagi saat ini banyak karya tenun NTT ini sudah mendapatkan indikasi geografis di Swiss Jenewa. Kemudian juga dari pengalamannya beberapa orang di Swiss sangat mengagumi karya-karya tenun NTT.

Beberapa tenun tersebut seperti tenun Sumba, tenun dari Alor, Rote, Flores dan hampir seluruh daerah di provinsi NTT yang dikenal dengan wisata Komodonya itu.

Pada kesempatan itu, Wagub Nae Soi juga mengapresiasi pihak Bank Indonesia (BI) dan Dekranasda NTT yang telah sukses menggelar Festival tenun.

Adapun kegiatan tersebut merupakan bagian dari persiapan menuju kegiatan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (G-BBI) di Labuan Bajo pada Juni mendatang. (Elvis Ontas)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.