Utang Luar Negeri Capai 6.361 Triliun, Ini Catatan Penting Untuk Pemerintah

0 83

JAKARTA– Utang luar negeri Indonesia mengalami peningkatan mencapai Rp 6.361 triliun per akhir Februari 2021. Jumlah tersebut meningkat Rp128 triliun dari periode Januari 2021 sebesar Rp6.233 triliun. Kenaikan utang ini terjadi karena kebutuhan tinggi akibat defisit APBN.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendorong Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk mengelola utang tersebut dengan baik.

“Agar pemerintah dapat tepat waktu untuk pembayaran pengembalian utang walaupun dengan cara mencicil, baik kewajiban utang pokok dan bunga,” ujar Bambang kepada wartawan, Jumat (25/3/2021).

Bambang menegaskan, pemerintah harus melakukan perencanaan dan merancang pengelolaan dengan prinsip kehati-hatian terhadap posisi utang tersebut.

“Dalam hal ini Kemenkeu, agar tidak hanya membebani pembiayaan defisit APBN dan pembangunan infrastruktur melalui utang luar negeri saja, namun juga mengandalkan dan mengoptimalkan penerimaan pajak negara,” katanya.

Lanjut Bambang, Kemenkeu dan Bank Indonesia (BI) harus memperkuat koordinasi dalam memantau perkembangan perekonomian dalam negeri dan utang luar negeri. Lalu mengoptimalkan pemanfaatan utang luar negeri sebagai penopang pembiayaan pembangunan dan untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional.

“Dengan meminimalisasi risiko yang dapat mempengaruhi stabilitas perekonomian,” tegasnya.

Diketahui, postur APBN memang masih memiliki celah defisit besar. Pada APBN 2021, Kementerian Keuangan mencatatkan defisit anggaran 5,7 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) atau Rp 1.006 triliun.

Hingga Februari 2021, defisit APBN sudah mencapai Rp 63,6 triliun atau 0,3 persen dari GDP. Jumlah ini berasal dari pendapatan negara sebesar Rp 219,2 triliun dengan belanja yang keluar sebesar Rp 282,7 triliun. (Ricko).

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.