Toilet Penuh Kotoran Manusia, Bupati Diminta Tegur Sekda Matim

0

BORONG-Politisi Senior PDIP Manggarai Timur Wilibrodus Nurdin Bolong turut mengomentari joroknya toilet di Kantor Bupati Manggarai Timur (Matim), Flores, NTT.

Pria yang akrab disapa Wili ini menilai kondisi tersebut menggambarkan Pemda Matim kembali ke titik nol soal kebersihan.

“Kondisi pemerintahan di Matim kembali ke titik nol soal kebersihan. Sebab kebersihan WC (toilet) itu cermin penghuninya kurang memperhatikan,” ujar Willi kepada Infolabuanbajo.com, Minggu (2/5/2021).

Menurut Willy, pihak yang bertanggungjawab atas persoalan tersebut adalah Sekretaris Daerah (Sekda). Pasalnya, Sekda sebagai kepala administrasi pemerintahan.

“Dia (Sekda-red) kepala administrasi pemerintahan termasuk tanggungjawab soal kebersihan,” tegasnya.

Willi menegaskan, potret joroknya toilet menggambarkan tak ada lagi yang peduli dengan keadaan sekitar. Hal tersebut kata Willi berpengaruh terhadap perhatian kepada masyarakat.

“Kalau sudah begini di dalamnya apa lagi mau perhatikan masyarakat. Hal yang diangkat ini tentang joroknya wc di Kantor Bupati menggambarkan tak ada lagi yang mengkordinir tentang hal ini,” tegasnya.

Willi menduga adanya pembiaran dari Sekda atas hal tersebut. Bupati Andreas Agas kata Willi harus menegur Sekda yang abaikan tugas utamanya.

“Diduga ada pembiaran dari atasan yang bertanggungjawab. Saya harap Bupati ambil sikap tegas. Tegur Sekda karena tak memperhatikan hal ini,” jelasnya.

Padahal kata Willi, para pekerja cleaning servis sudah ada. Bahkan sistem gaji diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Masa tak terkoordinasi tentang hal ini. Kalau alasan air, mengapa tak diupayakan ada air. Jadi saya menduga bahwa di Pemda Matim sekarang kurangnya koordinasi dan pengawasan yang melekat sehingga semuanya tak tertata dengan baik. Saya sangat setuju media angkat hal ini supaya semua orang tau bagaimana kondisi di Pemda matim,” tukasnya (Firman Jaya).

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.