Tak Hanya Mangkrak, Proyek Lapen Wae Lawas Tunggak Bayar Upah Pekerja

0 0

BORONG– Proyek lapisan penetrasi (Lapen) Wae Lawas tak hanya mangkrak tetapi upah para pekerja pun masih tunggak. Kepala Tukang bernama Marianus Hardi mengatakan, pemerintah Desa Golo Mangung melalui kontraktor pelaksana belum membayar uang sisa tersebut.

“Saya punya upah belum dibayar oleh desa. Saat itu kami kerja tembok penahan dengan panjang sekitar 20 meter,” ujar Marianus kepada Infolabuanbajo.com, Rabu (14/7/2021).

Menurut Marianus, kesepakatan awal kontraktor membayar upah dengan sistem borongan Rp4.600.000.

“Kami ada lima orang yang kerja saat itu. Setelah pekerjaan selesai, kami hanya diberi uang Rp1.500.000. Sampai saat ini tinggal Rp3.100.000 yang belum diberikan kepada kami. padahal pekerjaannya kami sudah selesai,” tegasnya.

Menurut Marianus, kontraktor yang mengerjakan proyek lapen Wae Lawas bernama Komarudin. Namun Marianus tidak merinci nama CV yang menjadi bendera Komarudin untuk menggarap proyek dengan nilai Rp790 juta tersebut.

“Saat itu kontraktornya atas nama komarudin. Dia juga kontraktor yang mengerjakan Lapen Wae Lawas. Tapi yang kami tahu, itu pekerjaannya desa. Jadi desa harus bayar upah yang belum diberikan,” katanya.

Sementara Kepala Desa Golo Mangung Engelbertus Anam berjanji akan menanyakan tunggakan upah tersebut kepada kontraktor.

“Iya berapa yang belum diberikan. Nanti akan saya tanyakan ya, terkait upah yang belum diberi,” kata Engelbertus singkat. (Firman Jaya).

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.