Tagih Dana BLT, Kades Compang Lawi Suruh Warga Pindah Ke Desa Lain

0

BORONG– Warga Desa Compang Lawi, Kecamatan Congkar, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) geram dengan kebijakan Kepala Desanya yang mengalihkan Dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) Tahap Tiga Dana Desa (DD) tahun anggaran 2020 untuk pembangunan fisik.

Tiga perwakilan warga pun menyambangi kantor Dinas Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Matim di Lehong, Senin (31/5/2021). Ketiganya adalah Andreas Gadus (75) ,Agustinus Manto ( 31) Yerinius Purwanto (26).

Diketahui, sebanyak 218 Kepala Keluarga (KK) Desa Compang Lawi belum menerima Dana BLT Tahap III DD tahun anggaran 2020 silam.

Ketiga perwakilan warga tersebut disambut langsung oleh Kepala Dinas BPMD Yosep Durahi. Yosep pun membenarkan adanya pengaduan tersebut.

“Benar, ada pengaduan dari masyarakat Desa Compang Lawi soal BLT DD tahun 2020,” ujar Yosep kepada Infolabuanbajo.com, Senin (31/5/2021).

Yosep berjanji akan memanggil Kepala Desa Compang Lawi Viktor Dirgoman untuk mengklarifikasi pengaduan tersebut. Namun Yosep belum memastikan jadwal pemanggilannya.

“Kami akan segera tindak lanjuti dengan memanggil kadesnya. Soal waktu, nanti kami tentukan,” jelasnya.

Andreas Gadus, perwakilan masyarakat mengaku telah mempertanyakan ihwal BLT tersebut secara langsung kepada Kepala Desa pada tanggal 27 April 2021 lalu. Kata Andreas, Kepala Desa memastikan dana tersebut telah dialihkan untuk pembangunan fisik.

“Saat itu saya bertanya kepada Bapak Kades terkait apa alasannya sehingga kami 218 orang tidak mendapatkan dana BLT. Sementara di Desa lainya terima. Namun saat itu jawab kades, dana BLT tahap tiga sudah dialihkan ke pembagunan fisik,” katanya.

Atas pertanyaan itu juga kata Andreas, Kades berkelit bahwa Desa yang dipimpinnya berbeda dengan desa lainnya. Ia pun mempersilahkan kepada warga Desa yang tidak setuju dengan kebijakan tersebut untuk pindah ke desa lain.

“Kalau kalian mau ikut seperti desa lain , silakan pindah ke desa lain seperti itu kata kades,” jelasnya meniru dialek sang Kades.

Atas dasar itulah kata Andreas, pihaknya mengadu ke Dinas BPMD. Ia pun berharap Dinas BPMD segera menyelesaikan polemik tersebut.

“Kami sangat mengharapkan kepada Kepala dinas BPMD agar bisa secepatnya menyelesaikan polemik ini,” tegasnya, Senin (31/5).

Sementara Kepala Desa Compang Lawi , belum berhasil dihubungi saat klarifikasi pengaduan warga tersebut. (Firman Jaya).

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.