Serangan Siber Untuk Indonesia Lima Kali Lipat Tahun 2021

0

JAKARTA– Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Henri Subiakto memastikan, Indonesia saat ini terjadi peningkatan serangan siber. Serangan tersebut kata Henri lima kali lipat dari tahun 2019 dan 2020. Data tersebut kata Henri dirilis oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

“Makanya memang terjadi banyak sekali serangan-serangan. Kadang-kadang yang diserang situs DPR. Sampai DPR diplesetkan situsnya menjadi dewan pengkhianat rakyat gara-gara undang-undang cipta kerja yang sedang digulirkan,” ujar Henri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (31/8/2021).

Menurut Henri, akumulasi serangan tersebut berjumlah jutaan setiap hari. Nama hancker yang sering muncul yakni Mawer, frojen dan virus lainnya. Termasuk pencurian data.

“Ada BPJS kesehatan sampai 279 juta data dan data ini melebihi jumlah penduduk. Kemudian Tokopedia 91 juta, belakangan BRI life 2 juta dan tadi e Hac di Kemenkes kena juga,” katanya.

Atas dasar ini kata Henri dibutuhkan Undang-Undang (UU) perlindungan data pribadi yang baru. “Karena memang yang namanya kebocoran data itu macam-macam. Bisa karena serangan dari luar yang Tokopedia bhinneka dan lain sebagainya itu kan ternyata hacker-nya dari Pakistan, mengaku dari Pakistan,” katanya. (Ricko).

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.