Senada dengan Pedagang, Dua Legislator Matim Sebut Pasar Rana Loba Tertutup Bak Penjara

0

BORONG- Dua anggota DPRD Manggarai Timur (Matim) akhirnya buka suara terkait polemik antara para pedagang Pasar Rana Loba, Borong dengan Pemerintah Daerah Matim. Polemik tersebut terkait penggunaan gedung pasar. 

Pemda Matim melalui Sekretaris Dinas Koperasi UKM, Industri Dan Perdagangan (Koprindag) Matim Efraim D. Gula menyebut para pedagang bandel lantaran tidak menggunakan gedung pasar yang dibangun Pemda itu.

Akan tetapi para pedagang beralasan gedung tersebut tak bisa digunakan lantaran konstruksi bangunannya bak kamar penjara. Apalagi suhu wilayah setempat yang tergolong panas membuat para pedagang tidak nyaman. Hal tersebut membuat mereka hengkang dan berani menjual barang dagangan di luar gedung pasar.

Anggota DPRD Matim dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Laurensius Bonafentura Burhanto sepakat dengan para pedagang. Pasalnya, konstruksi bangunan gedung pasar tersebut tidak seperti pasar lainnya.

“Saya apresiasi terhadap Pemerintah yang sudah membangun gedung Pasar Rakyat Rana Loba Borong. Akan tetapi untuk Pemerintah mau mengarahkan berjualan di dalam pasar itu belum bisa,” kata pria yang akrab disapa Bona ini kepada Infolabuanbajo.com, Selasa (13/4/2021).

“Menurut saya, Pasar Borong kontruksi bangunannya tidak seperti bangunan pasar pada umumnya. Belum bisa dijadikan Pasar. Itu terlalu tertutup,” tambahnya.

Keberatan yang sama juga disampaikan oleh Anggota DPRD Matim dari Fraksi PDIP Salesius Medi. Pria yang akrab disapa Medi itu tidak sepakat dengan arahan Pemda untuk gunakan pasar tersebut.

“Pemerintah kaji lagi soal kelayakan gedung pasar. Menurut saya Pasar Rakyat Rana Loba itu belum bisa untuk jualan. Kan di situ panas. Juga terlalu tertutup,” tegas Medi.

Apabila Pemda tetap ngotot mendorong para pedagang berjualan dalam gedung tersebut tidak menutup kemungkinan kata Medi akan terjadi keributan.

“Nanti ribut itu karena jelas tidak semua para pedagang mau berjualan di dalam gedung pasar. Apa lagi para pedagang di sana, ada yang berjualan di atas tanah kontrakan,” katanya.

Medi menilai gedung Pasar Rana Loba tersebut seperti gudang penyimpanan semen. Untuk itu Medi meminta Pemda Matim kembali menguji kelayakan pasar tersebut.

Namun Medi enggan menanggapi lebih jauh tudungan para pedagang pasar yang menyebut adanya mafia penyewaan Rumah Toko (Ruko) yang dibangun Pemda.

“Soal dugan mafia Ruko, nanti kita teliti dulu,” kata politisi Dapil Borong itu. (Firman Jaya).

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.