Sekda Hasidungan Pimpin Rapat Bersama Gugus Tugas Covid-19 Terkait PPKM di Matim

0 69

Borong,InfoLabuanBajo.com- Bertempat di lantai dua ruang rapat Bupati Matim. Jumat (26/03/2021) pagi, digelar rapat bersama gugus tugas Covid-19 dalam rangka kesiapan pelaksanaan Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro ( PPKM) dan mengoptimalkan posko penangan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan tingkat Kabupaten Manggarai Timur.

Rapat yang dipimpin langsung oleh
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur?Boni Hasudungan Siregar ini dihadiri langsung oleh, Asisten Setda, para Pimpinan OPD, para Camat , jajaran Polsek Borong, TNI dan jajaran Polres Matim.

Sekda Hasidungan pada kesempatan itu menjelaskan, rapat ini menindaklanjuti instruksi Menteri dalam Negeri Nomor 6 tahun 2021 tentang PPKM dan mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 di tingat desa dan kelurahan.

Selain intruksi dari Kemendagri, lanjut Sekda, ada juga surat edaran Gubernur NTT yang menyampaikan bahwa dari 22 Kabupaten kota yang ada di NTT ada 17 kabupaten kota masuk dalam wilayah wajib melaksanakan PPKM dan
Kita bersyukur Manggarai Timur tidak masuk dalam daftar 17 kabupaten kota itu.

Dijelaskannya, ada 5 kabupaten kota yang tidak masuk dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM) yakni, Manggarai Timur, Ende, Sika, Sumba Barat dan Sumba Tengah.

Gubernur NTT menegaskan bahwa lima kabupaten tersebut tetap mengacu pada instruksi Mendagri No 6 tahun 2021.

“Walaupun kita tidak termasuk dalam wilayah yang memenuhi kriteria PPKM. Namun, dalam pelaksanaannya kita tetap mengikuti instruksi Menteri Dalam Negeri”, jelasnya.

Sekda Boni juga menambahkan, dalam surat instruksi Mendagri ini ditemukan bahwa pemberlakuan penanganan Covid-19 terbagi atas empat zona.

Pertama, zona hijau di mana tidak terjadi kasus Covid-19 di tingkat RT. Kedua, zona kuning dimana dalam RT tersebut terdapat satu sampai lima yang terpapar Covid-19.

Ketiga, zona oranye yaitu enam sampai dengan sepuluh rumah di dalam RT tersebut terpapar Covid-19.

Keempat, zona merah yaitu sebelas sampai dengan seterusnya yang terpapar Covid-19.

Memasuki zona ini, kata dia, maka kegitan pemberlakuan ibadah dihentikan, kegiatan bermain anak-anak di hentikan dan kegiatan-kegiatan sosial yang sifatnya menimbulkan keramaian dihentikan.

Selain itu, tambah sekda Boni, kita juga akan berbicara terkait dengan pemberlakuan sekolah, penerapan kerja yang mencapai 50 persen, dan kegitan perekonomian.

“Walaupun penyebaran Covid-19 di Kabupaten Manggarai Timur masih ada. Namun, Manggarai Timur masuk dalam kategori aman”, ungkapnya.

Sekda Boni berharap, dengan dilaksanakannya rapat bersama terkait tidak lanjut instruksi dari Mendagri Nomor 06 tahun 2021 dan surat edaran Gubernur,maka mulai hari ini kita menjaga Manggarai Timur menjadi kabupaten yang tetap aman dari penyebaran Covid-19. ( Elvis Ontas )

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.