Rekrutmen TFL Dinas PUPR Kab. Manggarai, NTT, Bermasalah

0 134

Ruteng,Infolabuanbajo.com- Di tengah tarik-ulur masalah juknis (petunjuk teknis) dan juklak (petunjuk pelaksanaan), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kab. Manggarai, Povinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), melaksakanan rekrutmen Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Sanitasi dan Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) Tahun Anggaran 2021 melalui ujian tes tertulis tahap II di Ruangan Roosmalen Kampus UKI St. Paulus Ruteng (STKIP), Ruteng, Kab. Manggarai, Provinsi NTT, Jumat, 26 Maret 2021.
Ada 10 kriteria peserta (pelamar) seleksi melalui ujian tes tertulis tahap II. Variabel utama ialah Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) peserta sebesar 3,0 bagi 525 pelamar Sanimas, dan IPK 2,7 bagi peserta seleksi Pamsimas. Kebutuhan tenaga Pansimas berjumlah 8 orang untuk 37 program; program Sanimas membutuhan 20 orang. Pelamar Pamsimas mencapai 488 orang. “Ada perbedaan IPK karena perbedaan jumlah pelamar dan kebutuhan tenaga,” papar Kanisius Theobald Deki di Roosmalen Kampus UKI St. Paulus Ruteng (STKIP), 26/3/2021.
Menurut KT Deki, politisi Perindo, verisifikasi atau tes adiministrasi itu dilaksanakan dua tahap yakni pemeriksaan dokumen (barang) dan isi dokumen misalnya transkrip nilai peserta seleksi. “Mekanisme kita itu transparan, seluruh dokumen kita terbuka. Dari awal kita sudah melibatkan seluruh pihak,” ungkap KT Deki.
KT Deki menambahkan, panitia seleksi adalah tim independen yang telah diberi kewenangan melalui Surat Keputusan (SK) Dinas PUPR Kab. Manggarai, NYY. “Ada standar kewenangan, dan kriteria penilaian dokumen yang kita sepakati,”tambah KT Deki, Jumat 26/3/2021 di Ruteng.
Standar dan kriteria seleksi itu juga dikemukakan oleh anggota panitia seleksi (pansel), Tarsi Hurmali dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Ayo Indonesia. “Sudah ada panselnya; tidak sembarangan orang masuk. Kalau Bupati berusaha memajukan Sumber Daya manusia, tidak ada cara lain, kita harus menguji orang,” ujar Tarsi Hurmali kepada media di Ruteng, Jumat, 26/3/2021.

(Dari kiri ke kanan) Ketua Panitia Rekrutmen Kanisius Theobald Deki dan Tarsi Hurmali dari LSM Ayo Indonesia (pakai masker) di Ruteng, 26/3/2021) (Foto: Infolabuanbajo.com)

 

Tidak Ada Ketentuan IPK

Pengumunan Dinas PUPR Kab. Manggarai, NTT, Nomor : PUPR.800.878/191/III/2021 tentang Pelaksanaan Rekrutmen Tenaga Fasilitator Lapangan Penunjang DAK (Dana Alokasi Khusus) Bidang Sanitasi Tahun Anggaran 2021, tanpa menentukan standardisasi Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) bagi pelamar.
Edaran rekrutmen Dinas tersebut hanya menyebutkan syarat pendaftaran Pas foto ukuran 4×6 1 lembar, foto Copy KTP (Kartu Tanda Penduduk), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Daftar Riwayat Hidup (CV), Legalisir Ijazah, Transkrip Nilai, Surat Keterangan Sehat, Pakta Integritas, Surat Pernyataan, dan Pengalaman Kerja/Referensi Kerja.
Satu peserta seleksi itu menyebutkan bahwa Dinas PUPR Kab. Manggarai tahun 2016 tidak menentukan IPK sebagai syarat lamaran. “Pada proses seleksi tahun 2016, tidak ada ketentuan IPK dari Dinas PUPR bagi peserta seleksi Sanimas dan Perumahan. Karena peserta seleksi dibatasi dari Jurusan Teknik dan jumlah peserta seleksi sedikit,” ungkap seorang tenaga fasilitator yang sudah bekerja selama 7 tahun pada Sanimas dan Perumahan Dinas PUPR Kab. Manggarai di Ruteng, Jumat, 27/3/2021.
“Ketika kami pindah dari Sanimas ke bidang Perumahan, syaratnya bukan IPK, tapi evaluasi kinerja tenaga fasilitator. Sehingga, dua teman kerja dari jurusan teknik gugur; meskipun, IPK, transkrip nilainya bagus. Sebab transkrip nilai itu bukan jaminan kinerja SDM. Banyak juga orang sukses dan kinerja bagus, justru dari IPK biasa saja. Apalagi, perguruan tinggi memiliki standar IPK berbeda-beda, karena hasil evaluasi para dosen berbeda-beda,” lanjutnya, yang tidak mengetahui dasar juknis dan juklak panitia seleksi, Sabtu, 27/3/2021.
Maka panitia seleksi perlu mempertimbangkan rekomendasi dari OPD dan pengalaman bagi Tenaga Fasilitas Lapangan (TFL) berpengalaman sesuai evaluasi kinerjanya, dan tidak hanya berbasis IPK seleksi pelamar.
“IPK saya terakhir 3,21. Itu ijazah terakhir dengan bukti dan foto saya. Saya sudah bekerja selama 5 tahun sebagai TFL. Tapi, saya gugur. Maka saya minta klarifikasi ke Panitia Seleksi melalui WA Group,” papar Patris, pelamar-peserta seleksi kepada Infolabuanbajo.com di Ruteng, Manggarai, Sabtu, 27/3/2021. (sevrianus intang)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.