Polantas Sanksi Tempelkan Telinga Pengendara di Lubang Knalpot Motor, Propam Polda NTT Turun Tangan

0 3

BORONG-Viral sebuah video yang mempertontonkan seorang Polisi Lalu Lintas (Polantas) menghukum seorang anak dengan menempelkan telinganya pada lubang knalpot motor.

Saat anak tersebut bungkuk dan mengikuti arahan oknum Polantas tersebut, gas motor ditarik. Namun kejadian tersebut tidak terlalu lama lantaran salah seorang Polantas terlihat mencegah aksi tak terpuji itu.

Namun belum diketahui lokasi kejadian peristiwa tersebut. Berdasarkan pemberitaan media lokal floreseditorial.com pada Kamis (30/12/2021), oknum Polantas tersebut bertugas di Borong, Kabupaten Manggarai Timur.

Media ini pun telah menghubungi Kabid Propam Polda NTT Kombes Dominicus Safio membenarkan kejadian tersebut terjadi di Manggarai Timur.

Lanjut Safio, pihaknya tengah menyelidiki kasus tersebut. “Betul, sudah ditindaklanjuti,” ujar Safio saat dihubungi, Kamis (30/12) malam.

Sementara Pengamat Hukum Petrus Selestinus menilai aksi oknum Polantas tersebut merupakan penindakan yang bersifat tidak mendidik.

Aksi tersebut kata Petrus sudah merusak citra Polri ditengah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memperbaiki citra buruk institusi Bhayangkara.

“Dia bertindak cepat tetapi tindakan tersebut tidak bertanggungjawab. Di luas Presisi Polri,” ujar Petrus kepada wartawan, Kamis (30/12/2021).

Sejatinya berhadapan dengan pelanggar Lalu Lintas mengedepankan Polri yang Presisi, bukan represif.

“Menempel telinga ke lubang Knalpot masuk kategori penganiayaan. Oknum Polantas tersebut harus diproses secara hukum,” tegasnya.

Diketahui, prosedur mengenai tata cara tilang diatur dalam PP Nomor 80 Tahun 2012 tentang Tata Cara Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan dan Penindakan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan atau PP Tilang.

Penyelengaraan tilang dan penilangan tidak bisa sembarangan. Salah satunya, yakni polisi yang memberhentikan pelanggar wajib menyapa dengan sopan serta menunjukan jati diri dengan jelas.

Polisi harus menerangkan dengan jelas kepada pelanggar apa kesalahan yang terjadi, pasal berapa yang telah dilanggar, dan tabel berisi jumlah denda yang harus dibayar oleh pelanggar.

Prosedur cara tilang yang diatur dalam PP Tilang:

Pertama. Petugas Pemeriksa

– Pasal 9 Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan dilakukan oleh:
a. Petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia ; dan
b. Penyidik Pegawai Negeri Sipil di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

– Pasal 10 Petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia dapat melakukan Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 secara berkala atau insidental.

Kedua. Persyaratan Pemeriksaan

– Pasal 15

(1) Petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia atau Penyidik Pegawai Negeri Sipil di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang melakukan Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan secara berkala atau insidental atas dasar Operasi Kepolisian dan/atau penanggulangan kejahatan wajib dilengkapi dengan surat perintah tugas.

(2) Surat perintah tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikeluarkan oleh:
a. atasan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia bagi petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia; dan
b. atasan Penyidik Pegawai Negeri Sipil di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan bagi Penyidik Pegawai Negeri Sipil di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

(3)Surat perintah tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2) paling sedikit memuat:
a. alasan dan pola pemeriksaan Kendaraan Bermotor;
b. waktu pemeriksaan Kendaraan Bermotor;
c. tempat pemeriksaan Kendaraan Bermotor;
d. penanggung jawab dalam pemeriksaan Kendaraan Bermotor; dan
e. daftar Petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia dan/atau Penyidik Pegawai Negeri Sipil di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang ditugaskan melakukan pemeriksaan Kendaraan Bermotor.

Ketiga. Pemeriksaan

– Pasal 21

Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan secara berkala dan insidental dilakukan di tempat dan dengan cara yang tidak mengganggu keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

– Pasal 22

(1) Pada tempat Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan secara berkala dan insidental wajib dilengkapi dengan tanda yang menunjukkan adanya Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan, kecuali tertangkap tangan.
(2) Tanda sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditempatkan pada jarak paling sedikit 50 (lima puluh) meter sebelum tempat pemeriksaan.
(3) Pemeriksaan yang dilakukan pada jalur jalan yang memiliki lajur lalu lintas dua arah yang berlawanan dan hanya dibatasi oleh marka jalan, ditempatkan tanda sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pada jarak paling sedikit 50 (lima puluh) meter sebelum dan sesudah tempat pemeriksaan.
(4) Tanda sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga mudah terlihat oleh pengguna jalan.
(5) Dalam hal Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan dilakukan pada malam hari, petugas wajib:
a. menempatkan tanda sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3);
b. memasang lampu isyarat bercahaya kuning; dan c.memakai rompi yang memantulkan cahaya.
(6) Ketentuan lebih lanjut mengenai tanda sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) diatur dengan Peraturan Menteri. (Her).

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.