Perayaan Kamis Putih dan Makna Penting Pembasuhan Kaki Para Murid Yesus

0 34

Infolabuanbajo.com – Hari ini 1 April 2021, umat Katolik seluruh dunia mulai memasuki Tri hari suci perayaan paskah tahun ini.

Rangkaian perayaan paskah sebenarnya telah dimulai pada perayaan rabu abu beberapa minggu lalu yang menandai masa pra paskah dimulai.

Salah satu momen penting yang menjadi khas dalam perayaan Kamis Putih adalh peristiwa Yesus membasuh kaki 12 orang muridnya sebelum Ia dijatuhi hukuman mati.

Dirangkum dari berbagai sumber, peristiwa pada Kamis Putih adalah momen dimana Yesus melakukan Perjamuan Kudus.

Pada momen Perjamuan kudus, Yesus memotong tubuh-Nya dan mengambil darah-Nya. Tubuh-Nya tersebut dipotong-potong dan menjadi roti.

Darahnya tersebut dijadikannya sebagai anggur. Inilah yang disebut dengan Trans-substansiasi. Banyak yang mengira kalau apa yang diberikan oleh Yesus bukanlah tubuh dan darah-Nya, melainkan itu hanya metafora saja. Ada juga yang mengira bahwa itu adalah praktek kanibalisme.

Namun, tentang metafora dan kanibalisme itu bukanlah hal yang kurang tepat karena Yesus benar-benar memberikan daging dan darah-Nya untuk dimakan dan diminum. Daging itu berubah menjadi roti dan darah tersebut berubah menjadi anggur.

Momen perjamuan Kudus itu tertulis dalam Injil Yohanes 6;51. Disana tertulis “Akulah roti hidup yang telah turun dari surga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”

Hal ini juga kembali ditegaskan dalam Yohanes 6:55 : “Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.”

Basuh Kaki dan Pemimpin yang Melayani

Peristiwa Yesus membasuh kaki 12 murid nya adalah momen penting yang sarat makna. Sebagai Pemimpin para pengikutnya, Yesus rela membasuh kaki para murid sebagai bentuk kesungguhannya melayani.

Dalam Momen pembasuhan kaki itu,Yesus mengajarkan bahwa seorang pemimpin bukanlah pihak yang dilayani, melainkan pihak yang melayani. Dewasa ini, kita sering melihat pemimpin yang maunya dilayani saja, tetapi dia tidak pernah melayani. Ada juga pemimpin yang ingin mendapatkan pelayanan yang eksklusif, tetapi tidak pernah memberi pelayanan yang eksklusif kepada rakyat-Nya.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.