Pemuda Katolik NTT ajak pemimpin agama perkuat basis toleransi

0 16
Kupang (ANTARA) – Ketua Komisariat Daerah Pemuda Katolik Nusa Tenggara Timur Agustinus Payong Boli mengajak para pemimpin agama di provinsi itu memperkuat basis toleransi antarumat guna mencegah munculnya ancaman terorisme di daerah berbasis kepulauan itu.

“Pemuka-pemuka agama mari kita gunakan mimbar maupun luar mimbar untuk perkuat basis toleransi di Nusa Tenggara Timur,” katanya di Kupang, Kamis, (1/4) terkait dengan antisipasi terorisme di NTT.

Menurut dia, potensi ancaman teror selalu ada mengingat jaringan teroris di provinsi berdekatan dengan NTT, seperti Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan, bisa masuk dengan mudah melalui jalur laut, seperti lewat Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, wilayah paling barat Pulau Flores maupun pelabuhan laut lainnya.

Untuk itu, pihaknya menyerukan pentingnya kewaspadaan tinggi, terutama bagi umat kristiani yang hendak merayakan Hari Raya Paskah, terhadap potensi ancaman teror pascabom bunuh diri di Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan NTT yang selama ini dianggap zona aman dari aksi terorisme tidak boleh lengah, melainkan terus waspada dengan cara memperkuat basis toleransi di masyarakat.

Baca juga: Pemuda Katolik NTT minta warga jangan terprovokasi bom Makassar

“Dalam hal ini tentu peran pemimpin dari semua agama sangat diharapkan melalui mimbar-mimbar saat ibadah dan sebagainya,” katanya.

Agustinus yang juga Wakil Bupati Flores Timur itu meminta para pemimpin agama bersama umat terus memantau dan mencermati kondisi hingga tingkat keluarga.

Baca juga: GMIT imbau warga NTT tak sebarkan foto-video aksi bom bunuh diri diMakassar

Jika diketahui adanya kehadiran orang asing yang mencurigakan dan tidak bersikap toleran, lanjut dia, maka jangan diberikan ruang untuk tinggal di lingkungan sekitar dan segera melapor ke pihak kepolisian untuk diselidiki.

“Prinsipnya kita ingin NTT aman dan damai sehingga masyarakat tenang bekerja untuk melawan kemiskinan dalam semangat toleransi yang tinggi,” katanya.



Source link

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.