Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pengendalian Banjir Sungai Remu Oleh Wamen PUPR

0 62

Sorong. Infolabuanbajo.com – Wakil menteri PUPR Jhon Wempi Wetipo, SH, MH, didampingi Danrem 181/PVT Brigjen TNI Indra Heri Meninjau Pembangunan Talud Pengendalian Banjir Sungai Remu dan peletakan batu petama (Ground breaking Ceremony) Pembangunan Pengendalian Banjir Sungai Remu Kota Sorong, Kelurahan Malamso, Distrik Malaimsimsa, Kota Sorong. Prov Papua Barat, senin 29 Maret 2021.

Gubernur Provinsi Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan dalam sambutanya mengatakan, Untuk mengatasi banjir dikota Sorong ini bukan tanggung jawab walikota dan pemerintah tetapi tanggung jawab kita semua. Banyak persoalan yang akan dihadapi dalam pembagunan penanggulangan banjir sungai Remu untuk itu mari sama-sama duduk bicara hal ini.

Lebih lanjut dikatakan bahwa Kedepan kita akan tertibkan mana kawasan yang harus kita bangun dan mana wilayah yang harus kita lindungi, sehingga kedepan dapat mengurangi bahaya banjir. Menjaga lingkungan dan alam Papua yang kita cintai ini untuk kita wariskan kepada anak cucu kita, mari kita jaga hutan maka hutan akan jaga kita, mari kita jaga laut maka laut akan menjaga kita, mati kita birukan langit dan hijaukan bumi.

Terkait pemukiman masyarakat yang terkena dampak pembangunan normalisasi sungai Remu supaya dikordinasikan dengan baik dengan pertanahan dan BPN demikian juga untuk menjaga keamanan supaya berkordinasi dengan aparat TNI dan Kepolisian,ungkapnya.

Dalam amanatnya Walikota Sorong Drs. Ec. Lambertus Jitmau, MM, mengucapkan terima kasih kepada Kementerian PUPR melalui Kepala Balai Wilayah Sungai Papua barat yang telah bersinergi bersama Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Pemerintah Kota Sorong, dalam pembangunan pengendalian banjir sungai remu.

Wakil menteri PUPR Jhon Wempi Wetipo, SH, MH, ditemui wartawan usai peletakan batu pertama pembangunan dan normalisasi sungai Remu

 

Walikota juga mengharapkan kesadaran dari masyarakat Kota sorong khususnya di sekitar sungai marilah kita menjaga alam serta lingkungan sekitar kita dengan tidak menebang pohon sembarangan dan membuang sampah pada tempatnya”. Disamping itu fungsi sungai bila di tata dan di kelola baik bisa digunakan sebagai tempat olah raga dan berwisata sehingga nantinya dapat memberi pemasukan ekonomi bagi warga sekitarnya, harus diketahui Pembangunan Ini bagian dari upaya kita menanggulangi banjir bukan menghilangkan banjir.

Untuk mencari solusi dalam pembebasan lahan yang ada di sekitar sungai Remu yang terdampak proyek ini akan kami kordinasikan dengan instansi terkait termasuk BPN untuk mengkaji atau untuk menghitung besaran biaya yang akan dialokasikan Menganti lahan yang bersertifikat sesuai NJOP yang berlaku saat ini “ungkapnya”.

Wakil menteri PUPR Jhon Wempi Wetipo, SH, MH, mengatakan saya setuju apa yang disampaikan oleh bapak walikota untuk mengatasi masalah adalah duduk bersama, satu hal yang ingin saya sampaikan adalah semua persoalan yang ada adalah tanggung jawap pemerintah, dalam hal ini Gubernur dan Walikota sebagai wakil pemerintah di daerah.

“Mari kita bersinergi untuk mengatasi permasalahan yang terjadi terutama pembebasan lahan disekitar yang terkena dampak supaya apa yang sudah kita programkan dapat berjalan dengan baik”, ungkapnya.

“Untuk mempercepat pembangunan dan normalisasi sungai Remu lahan yang akan tertibkan ada 107 Perumahan 1 mushola 1 masjid 1 Puskesmas dan 1 gereja, dari kajian kami dilapangan banyak bangunan yang tidak bersertifikat, kami harapkan bantuan dari Bapak Walikota untuk mensosialisasikan dan mengkoordinasikan kepada masyarakat supaya pekerjaan ini dapat berjalan sesuai dengan waktu yang di jadwalkan”, ungkap Kepala Balai PU Provinsi Papua Barat Ir Alexander Leda ST, M.T.
( Penrem 181/ PVT)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.