Pedagang Pasar Borong Keluhkan Pilih Kasih Pemda ke DPRD Matim

0

BORONG– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manggarai Timur (Matim) menggelar rapat paripurna di Aula DPRD Matim pada Kamis, (30/04/2021). Namun awal rapat tersebut diwarnai aksi demontrasi sejumlah pedagang Pasar Borong.

Usai orasi, para pedagang tersebut pun langsung diterima dan dihadirkan dalam ruangan sidang. Semua anggota DPRD yang ada mempersilahkan para pedagang untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Koordinator aksi Silvester Mbotu menegaskan kepada anggota DPRD bahwa pasar Borong belum layak untuk dimanfaatkan. Pasalnya, sirkulasi udara pasar tersebut tidak bersahabat dengan barang dagangan.

“Kami tidak bisa untuk berjualan di dalam gedung karena gedung pasar terlalu panas, pengap. Udaranya tidak bebas dan gedungnya terlalu tertutup. Semua barang dagangan kami busuk dan kering sehingga tidak bisa dijual lagi,” tegas Silvester.

Silvester juga mengeluhkan kebijakan pemerintah daerah (Pemda) Matim yang pilih kasih dalam menempatkan pedagang di dalam gedung pasar.

“Itu hari para pedagang sudah bersepakat bersama pemerintah agar semuanya berjualan di dalam gedung pasar. Tapi kenapa hanya kami saja yang berjualan di dalam?,” tanyanya dengan tegas.

“Sedangkan masih banyak pedagang lain yang berjualan secara liar di luar gedung. jujur kami tidak bisa bertahan jual di dalam gedung. Pendapatan kami kurang,” tambahnya.

Silvester pun meminta DPRD Matim sampaikan aspirasi tersebut Pemda Matim dalam hal ini Dinas Koperindag. “Selesaikan pasar Borong yang amburadul itu,” tukasnya.

Massa aksi lainya Sofia Danus mengaku Pemda Matim tidak berlaku adil terhadap semua pedagang pasar.

“Kami seakan dianaktirikan oleh pemerintah. Masa kami saja yang dipaksa untuk berjualan di dalam gedung pasar yang seperti gudang semen itu,” tegasnya.

Sementara pedangan lainnya kata Sofia, Pemda izinkan untuk berjualan bebas di luar pasar. Sofia pun meminta Pemda Matim segera renovasi pasar tersebut.

“Supaya barang dagangan kami tidak cepat rusak dan busuk karena terlalu panas di dalam gedung,” tambahnya.

Sofia memohon kepada DPRD Matim bisa memperjuangkan keluhan tersebut. “Meskipun hari ini kami hadir secara spontan saja karena kami tahu bapak DPRD lagi rapat paripurna pasti semuanya hadir sehingga bisa mengetahui semua apa yang menjadi keluhan kami,” tukasnya.

Menanggapi keluhan para demonstran, Ketua DPRD Matim Yeremias Dupa berjanji akan meninjau langsung kondisi pasar Borong tersebut.

“Minggu depan kami akan langsung ke lokasi pasar. yang pasti setelah ini kami akan membahas semua masalah pasar Borong. Kami juga siap untuk menjawab semua aspirasi masyarakat para pedagang pasar Borong,” jelasnya.

Yeremias menegaskan, pihaknya akan menyampaikan kepada Pemda supaya pasar borong bisa ditata secara baik. Salah satunya dengan kembali merombak pasar yang dinilai seperti gudang tersebut.

“Tentunya membutuhkan waktu. Dalam waktu dekat ini kami akan menjawabi semua terkait tuntutan masyarakat. Semua pokok pikiran masyarakat kami terima dan kami akan tindak lanjuti,” bebernya.

“Minggu ini kami akan ambil sikap bersama para pemerintah ataupun Dinas terkait agar semua tuntutan masyarakat bisa terjawab,” tambahnya. (Firman Jaya).

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.