Obat Alternatif Covid-19

0 0

*Oleh: Yohana Dwi Erica Kaus Putri

Chromolaena odorata atau yang lebih dikenal dengan tanaman “sensus” oleh masyarakat Manggarai, Flores, NTT merupakan kelompok tanaman gulma atau rerumputan yang mudah dijumpai di daerah beriklim sedang tropis, khususnya di daerah Indonesia bagian timur. Tanaman ini sejak dahulu dimanfaatkan sebagai obat alternatif dalam penyembuhan luka.

Berdasarkan penelitian Nurhajanah (2020) tentang analisis kandungan dalam Chromolaena odorata, menunjukan adanya kandungan senyawa antiseptic yang dapat mematikan bakteri ataupun virus penyebab peradangan dan infeksi pada luka.

Selain itu menunjukan adanya aktivitas Flavonoid, Steroid, tannin, saponin dan fenolik dalam ekstrak tanaman Chromolaena odorata yang dapat menjadi senyawa antibakteri dan antivirus dalam menghambat ataupun menonaktifkan bakteri dan virus.

Kemudian hasil penelitian Thamrin (2013), selain sebagai antiseptic, tanaman Chromolaena odorata telah banyak dimanfaatkan sebagai insektisida nabati pada pengendalian hama pada tanaman secara fitokimia (kandungan senyawa yang terbentuk secara alami pada tanaman).

Tanaman Chromolaena odorata mengandung beberapa senyawa yang dapat menekan pertumbuhan bakteri dan virus. Kandungan fitokimia dalam tanaman Chromolaena odorata diantaranya flavonoid, Saponin, Tanin, Kuinon, Steroid, Terpenoid, Kumarin, Fenolik, Dragendorf, Meyer, dan kelompok alkaloid.

Hal ini diperkuat dengan pernyataan Parubak (2013), bahwa senyawa alkaloid, flavonoid, steroid, tannin, saponin dan fenolik menunjukkan hasil positif sebagi antivirus.

Saat ini dunia menghadapi pandemi corona virus alias covid-19. Covid-19 merupakan suatu penyakit yang disebabkan adanya aktifitas virus severe acute respiratory syndrome corona virus. Covid-19 diketahui merupakan kelompok virus yang memiliki sifat pertumbuhan yang sama dengan virus pada umumnya.

Virus ini akan masuk melalui hidung sebagai saluran pernapasan awal, virus akan melekat pada jaringan mukosa sebagai tempat awal virus berkembang dan memperbanyak diri. Covid-19 akan menguasai semua aktivitas sel penyusun saluran pernapasan, dan memperbanyak diri.

Dilihat dari pola replikasi Coronavirus, serta kandungan fitokimia dalam tanaman Chromolaena odorata, tanaman ini berpotensi sebagai alternatif pengobatan luar covid-19.

Aktifitas senyawa metabolit sekunder dari tanaman Chromolaena odorata, dapat berperan dalam menghambat dan menonaktifkan replikasi corona virus. Senyawa metabolit sekunder tanaman
Chromolaena odorata akan merusak membrane virus, sehingga virus tidak mampu untuk memperbanyak diri.

Senyawa Alkaloid akan menekan pertumbuhan bakteri, dengan memecah
membram luar bakteri atau virus, mempengaruhi metabolisme dalam tubuh virus atau bakteri sehingga menyebabkan terganggunya metabolism alami virus dan kematian pada virus.

Oleh karena itu, pemanfaatan tanaman Chromolaena odorata dapat dijadikan alternatif penyembuhan luar covid-19. Bagian yang dimanfaatkan dari tanaman ini adalah bagian daun. Disarankan, daun yang digunakan adalah daun muda yang segar dan sehat. Pasalnya, daun muda memiliki kualitas kandungan metabolit sekunder yang lebih baik.

Sementara pengolahan dapat dilakukan dengan metode ekstraksi sederhana dengan menghaluskan daun tersebut menggunakan mortal atau penghalus sederhana yang ada. Daun sensus yang telah halus, selanjutnya diperas untuk memisahkan ampas daun dan ekstrak cair. Penggunaanya dilakukan dengan mengaplikasikan pada bagian dalam hidung menggunakan cotton bud.

Meski demikian belum adanya pengembangan dan penelitian lebih lanjut pada uji aktivitas antivirus dalam ektrak Chromolaena odorata dalam menonaktifkan coronavirus. Untuk itu perlu menghindari konsumsi langsung daun sensus. Pasalnya obat alternatif ini hanya digunakan sebagai obat luar yang dapat mematikan virus.

Penulis adalah Mahasiswa semester 7 Fakultas Bioteknologi, Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.