NIAID: AstraZeneca mungkin berikan data tak lengkap keampuhan vaksin

0 79

Virus belum ditaklukkan. Dalam jangkauan kami untuk menghindari lonjakan baru dan gelombang keempat

Maryland (ANTARA) – Produsen obat asal Inggris AstraZeneca mungkin telah memberikan pandangan yang tidak lengkap dari data keampuhan vaksin COVID-19 buatannya dari uji klinis Amerika Serikat berskala besar, demikian Institut Nasional Penyakit Alergi dan Penyakit Menular AS (NIAID), Selasa.

AstraZeneca sehari sebelumnya mengklaim bahwa vaksin COVID-19 buatannya yang dikembangkan bersama Universitas Oxford 79 persen ampuh dalam mencegah gejala penyakit dalam uji coba berskala besar di Chile, Peru dan AS.

“DSMB menyampaikan keprihatinannya bahwa AstraZeneca bisa saja sudah memasukkan informasi lama dari uji klinis itu, yang mungkin telah menyertakan pandangan tidak lengkap mengenai data kemanjuran,” kata badan AS tersebut, merujuk pada Dewan Pemantau Keamanan Data (DSMB) independen.

“Kami mendesak perusahaan terkait agar bekerja sama dengan DSMB guna meninjau data kemanjuran sekaligus memastikan data kemanjuran terbaru yang paling akurat dipublikasikan segera mungkin.”

Sumber: Reuters

Baca juga: AstraZeneca menyatakan vaksinnya tidak mengandung produk hewani

Baca juga: Presiden Korea Selatan divaksin Astrazeneca anti COVID

Baca juga: Spanyol perluas usia penerima vaksin AstraZeneca jadi 18-65 tahun

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Source link

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.