Modus Urus Sertifikat Tanah, Pemdes Gunung Baru Diduga Peras Warga

0

BORONG-Modus pemerasan uang warga melalui penerbitan sertifikasi tanah ulayat masih merajalela. Salah satu kasus yang menjadi perhatian masyarakat adalah perbuatan oknum Pemerintah Desa (Pemdes) Gunung Baru, Kota Komba.

Warga Masyarakat Desa Gunung Baru Erasmus Eman (29) membenarkan kasus tersebut. Menurut pria yang akrab disapa Eras ini, peristiwa pengumpulan uang tersebut sebagai bentuk imbalan kerja mafia para oknum Pemdes. Eras menilai tindakan tersebut bentuk pemerasan.

“Tahun 2018 Pemdes Gunung Baru diduga melakukan pemerasan terhadap Masyarakat Desa Gunung Baru melalui modus pendatan bidang tanah milik seluru warga Desa Gunung Baru,” ujar Eras kepada Infolabuanbajo.com, Jumat (16/4/2021).

Korban lain kata Eras, beberapa masyarakat di luar Desa itu juga turut menjadi korban penipuan oknum tersebut. Pasalnya, mereka memiliki tanah di wilayah administrasi desa tersebut.

“Masyarakat dibebankan Rp30 ribu per bidang. Sedangkan Warga yang di luar Desa yang memiliki tanah di Gunung Baru dibebankan Rp50 ribu. Jumlah bidang tanah per orang berbeda-beda. Bahkan ada yang sampai lebih dari lima bidang tanah,” ungkapnya.

Menurut Eras, masyarakat berani mengumpulkan uang sesuai permintaan karena diiming-imingi sertifikat. Proses pengukuran tanah pun kata Eras tidak melibatkan Badan Pertanahan dan Pemdes sendiri. Masyarakat diminta mengukur sendiri tanah miliknya dan hasil pengukuran dilaporkan ke Pemdes berikut uang administrasinya.

“Saya sering menanyakan itu ke Pemerintah Desa. Namun jawaban mereka selalu saja tunggu dan tunggu. Sampai saat ini sertifikat yang dijanjikan oleh Pemerintah Desa Gunung Baru belum juga diterima warga,” katanya.

Eras berjanji akan menempuh jalur hukum apabila hak warga desa untuk mendapatkan sertifikat tanah tidak terealisasi.

“Kami Masyarakat Desa Gunung Baru akan melakukan pengaduan secara hukum agar semuanya bisa terang benderang,” tegasnya.

Hal senada disampaikan oleh Agus Adil (45) yang diduga korban penipuan oknum Pemdes Gunung Baru. Bahkan kata Agus, pihaknya telah menyerahkan uang Rp300 ribu untuk mengurus sertifikat tanahnya.

“Katanya nanti akan dibagikan sertifikat sesuai jumlah bidang tanah yang didata. Tapi kenyataanya sekarang belum juga terima. Itu hari didata bersama dusun juga. Dusun yang terima berkas habis pendataan dulu. Sedangkan yang lainya bisa dibawa sendiri ke Kantor Desa,” jelasnya.

Merasa kecewa dengan janji manis oknum Pemdes tersebut, Agus ingin persoalan yang dihadapinya berakhir di meja hijau. “Kami sangat berharap persoalan penipuan ini harus dituntaskan secara hukum,” tukasnya.

Kepala Dusun Lendo Desa Gunung Baru Rofinus Nagung (48) membenarkan pihaknya ikut mendata tanah warga setempat. Namun Rofinus berkelit soal tahun pendataan tanah tersebut.

“Begini pak, itu hari memang saya pernah melakukan pendataan. Tapi soal tahun 2018 itu saya tidak tahu,” katanya singkat saat dihubungi.

Saat Infolabuanbajo.com kembali menghubungi nomor ponsel Rofinus langsung berada di luar jangkauan. Selanjutnya mengkonfirmasi ke ponsel Kepala Desa Gunung Baru Agustinus Tinda. Namun nomornya tidak bisa dihubungi. (Firman Jaya).

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.