Minta Pemerintah Rekonsiliasi dengan Rizieq, Pria Yang Aku Tokoh Katolik Ini Dapat Kecaman dari TPDI

0 0

JAKARTA-Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus geram dengan pengakuan Antonius Boediono yang menyebut diri sebagai tokoh katolik bahkan Romo. Antonius diketahui berasal dari Yogyakarta dan bermukim di Australia.

Menurut Petrus, Antonius sering membuat pernyataan kontroversial seolah-olah mewakili Gereja Katolik atau setidak-tidaknya berbicara selaku Tokoh Katholik.

“Terbaru Antonius ini disebut sebagai Tokoh Katolik dalam sejumlah media online, menyarankan kepada Presiden Joko Widodo agar lakukan rekonsiliasi dengan ulama yang saat ini diproses hukum, termasuk Habib Rizieq Shihab, untuk menurunkan suhu ketidak percayaan rakyat kepada Pemerintah,” ujar Petrus di Jakarta, Sabtu (7/8/2021).

Petrus menegaskan, pernyataan Antonius Boediono ngawur dan tidak memiliki landasan hukum. Apalagi Antonius tidak tercatat dalam Asosiasi Komunitas Katolik atau Ormas-Ormas Katholik sebagai Tokoh Katholik baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

“Persyaratan seseorang sebagai Tokoh Katolik itu harus memenuhi kriteria tertentu, terutama diakui di internal kalangan Gereja Katholik dan kalangan eksternal Katholik, bukan ngaku-ngaku atau dimanipulasi oleh media tertentu,” tegasnya.

Petrus pun menyentil pandangan Antonius Boediono terkait Rizieq Shihab dkk. selaku Ulama yang disebutnya sebagai dikriminalisasi karena itu perlu duduk bersama untuk rekonsiliasi. Menurut Petrus, pernyataan tersebut merupakan pandangan yang sesat. Bahkan menghina kerja Penegak Hukum dan Presiden Jokowi.

“Seolah-olah penegakan hukum terhadap Rizieq Shihab dkk merupakan kriminalisasi terhadap ulama,” katanya.

Petrus menegaskan, pernyataan Antonius bukan representasi Gereja Katholik, Tokoh Katholik bahkan semua Organisasi Katholik. Bisa saja kata Petrus, seseorang lain yang menggunakan nama palsu, identitas palsu, mengaku sebagai Tokoh Katholik, guna mendiskreditkan Polri, Kejaksaan dan Pengadilan hingga Presiden Jokowi.

Petrus pun mendesak Polri segera menahan antonius. “Tangkap dan tahan Antonius karena telah menyebar berita bohong, ujaran kebencian bahkan fitnah dengan mengatasnamakan Tokoh Katholik,” tukasnya. (Her).

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.