Melan Ditemui Kabid Propam Polda NTT di Pospol Mano, Ini Hasilnya

0 10

RUTENG– Propam Polda NTT telah menemui Melania Siti Daus pada Selasa (2/11/2021). Melania ditemui langsung oleh Kabid Propam Polda NTT Kombes Dominicus Safio di Pos Pol Mano, Lamba Leda Selatan, Manggarai Timur.

“Kami sudah bertemu di Pospol Mano. Sekira pukul 11.00 WITA kemarin,” ujar Melan kepada Infolabuanbajo.com, Rabu (3/11/2021).

Menurut Melan, Propam Polda berjanji akan mengurus kasus tersebut Hingga tuntas. Kata Melan, pihak propam memintanya supaya menaruh kepercayaan terhadap mereka dalam memproses kasus tersebut.

“Mereka (janji) akan urus sampai tuntas. Mereka bilang percaya saja sama mereka,” katanya.

Bahkan kata Melan, Kabid Propam tegaskan tak akan melindungi anggotanya yang melanggar disiplin. “Dia bilang, tidak mungkin mereka melindungi anggota yang begitu,” bebernya.

Selain itu kata Melan, Kabid Propam juga telah memeriksa YSA di Polres Manggarai atas kasus tersebut. “Mereka bertemu Yeri (YSA-red) juga di Polres,” tukasnya.

Media ini telah berupaya menghubungi Dominicus, namun yang bersangkutan tidak merespon.

Diketahui, Melan berasal dari Kampung Golo Ara-Mano, Desa Compang Wesang, Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur, Flores NTT.

Anak ketiga dari Bapak Laurensius Jehono dan Mama Lusia Ladus tak pernah letih mencari keadilan setelah melahap janji dusta dari seorang oknum polisi yang bertugas di Polres Manggarai. Oknum tersebut berinsial YSA, asal Pacar, Kabupaten Manggarai Barat.

Melan merupakan korban janji dusta YSA dan kini menghidupi sendiri bersama sang buah hati hasil perkawinan dengan YSA. Sayangnya, YSA tak bertanggungjawab atas anak tersebut.

Sejak Agustus 2018, saat Melan dinyatakan positif hamil. YSA Tak ada kabar hingga buah hatinya yang diberi nama Andreas Rey Melano, lahir pada 13 Mei 2019 lalu.

Melan dan keluarganya pun tak tega melihat sang buah hati dan cucu mereka berjuang sendiri. Mereka pun mencari keadilan dengan mendatangi dan melaporkan YSA ke Polres Manggarai. Saat itu, Melan didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Manggarai.

Laporan Melan pun ditindaklanjuti pihak Propam Polres Manggarai. Pada Maret 2019 berlangsung sidang kode etik dengan menjatuhkan hukuman indisipliner kepada YSA dan ditahan.

“Saat sidang berlangsung Bripka Yeremias mengaku semuanya. Bahwa sudah hidup bersama saya dan anak dalam kandungan saya adalah anaknya. Majelis sidang Polres Manggarai memutuskan Bripka YSA bersalah dan dihukum kurungan selama 21 hari,” kata Melan.

Namun janji YSA setelah sidang etik belum terpenuhi hingga kini. Apalagi YSA kata Melan telah menikah lagi dengan perempuan lain. “Dia belum penuhi kewajiban dia setelah sidang kemarin. Saya butuh keadilan,” katanya.

Diketahui, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah mengeluarkan telegram atas nama Kapolri dengan Nomor : ST/2162/X/HUK.2.8./2021 yang ditandatangani oleh Kepala Divisi Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Senin (18/10/2021).

Pada poin 11 telegram tersebut menegaskan bahwa Memberikan punishment/sanksi tegas terhadap anggota yang terbukti melanggar disiplin atau kode etik maupun pidana, khususnya yang berkaitan dengan tindakan kekerasan berlebihan serta terhadap atasan langsung yang tidak melakukan pengawasan dan pengendalian sesuai tanggung jawabnya. (Ricko).

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.