Maria Fatia Wela, Penderita Tulang Dahi Tak Normal

0

BORONG– Maria Fatia Wela, gadis kecil asal Kampung Lando, Desa Musi Ngaran, Elar Selatan, Manggarai Timur menderita penyakit aneh. Putri kelahiran 28 Oktober 2016 itu merupakan anak dari Bonefasius Poseng (55) dan Veronika Midu (49).

Fatia yang kini berumur 5 tahun harus menanggung beban atas benjolan besar yang tumbuh di dahinya. Menurut sang ibu, benjolan tersebut ada sejak Fatia lahir.

“Sejak lahir ada benjolan ini,” ujar Veronika kepada Infolabuabajo.com, Rabu (13/10/2021).

Sejak lahir kata Veronika, Fatia tak pernah dibawa ke dokter. Alasan ekonomi menjadi penghambat sehingga Fatia harus menerima keadaan tersebut.

Bahkan Fatia tidak mempunyai kartu Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Kata Veronika, pihaknya pernah mengurus kartu tersebut melalui Desa setempat. Namun kartunya tidak pernah dicetak.

“Di desa kami urus, tapi sampai sekarang tidak muncul. Setiap kumpul kartu keluarga sampai sekarang tidak keluar nama kami,” tegasnya.

Veronika dan suaminya pun hanya pasrah dengan keadaan. Fatia kini memasuki jenjang Pendidikannya Usia Dini (PAUD). Kondisinya begitu memilukan. “Pasrah saja. Tidak mampu ini,” kisahnya.

Bawa ke Dokter

Sang keluarga yang peduli dengan kondisi Fatia pun meminta kedua orangtuanya untuk mengantarnya ke Borong, ibukota Kabupaten Manggarai Timur. Fatia langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Manggarai Timur pada Selasa (12/10/2021).

Hasil pemeriksaan dokter kata Veronika, anaknya menderita tulang frontal atau tulang dahi yang tidak normal. Dokter pun menyarankan supaya Fatia berobat ke Rumah Sakit di Denpasar, Bali. “Kata dokter tulang dahinya agak keluar,” katanya.

Meski benjolan tersebut terlihat mengganggu secara kasat mata kata Veronika, Fatia tak merasakan sakit saat menjalankan aktivitas harian maupun tidur malam. Hanya terlihat bengkak kalau posisi tidur menyamping ke kiri maupun ke kanan.

“Kalau dia tidur malam, dia tidur menyamping ke kiri, maka matanya bengkak bagian kiri. Begitu juga bagian kanan,” jelasnya.

Anehnya kata Veronika, saat Fatia menderita sakit demam, seluruh tubuhnya panas. Tapi benjolan tersebut malah terasa dingin. “Semua badan rasa panas tapi di benjolannya dingin,” katanya.

Pemda Manggarai Timur pun telah membantu mengurus BPJS untuk Fatia melalui Sekretaris Daerah (Sekda). Namun dia juga berharap adanya uluran tangan dari semua pihak sehingga anaknya bisa diterbangkan ke Bali untuk segera dioperasi.

“Kami berharap mudah-Mudahan ada uluran tangan dari orang baik untuk keluarga kami,” tukasnya. (Ricko).

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.