Lihat Papua Harus Gunakan Parameter Yang Tepat

0

JAKARTA– Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Akmal Malik mengatakan, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Papua berjumlah Rp14,71 Triliun. Angka tersebut peringkat keenam terbesar di Indonesia.

Namun tantangan pengelolaan APBD tersebut kata Akmal tidak sedikit. Ada aneka hal yang dihadapi seperti persoalan demokrasi dan tata kelola pemerintahan.

“Inilah yang menjadi bahan evaluasi kita bersama. Bahwasanya ada disparitas yang tidak sama, harga yang tidak sama, ada persoalan keamanan, tingginya ancaman dari kelompok kriminal bersenjata. Inilah menjadi hal yang perlu dipertimbangkan ketika melihat Papua sebagai bagian dari NKRI,” ujar Akmal di DPR RI, Kamis (6/5/2021).

Melihat situasi Papua kata Akmal harus menggunakan parameter yang tepat. Akmal pun mengapresiasi sikap Bupati Puncak Jaya yang langsung berbicara dengan Menkopolhukam Mahfud MD terkait kejahatan terhadap warga sipil.

“Kami memberikan apresiasi kepada Bupati Puncak yang sudah berani secara jujur menyampaikan apa saja persoalan real yang mengganggu kinerja pemerintahan di Papua, khusunya di Puncak,” katanya.

“Kami menyadari bukan hanya di wilayah puncak saja. Namun ada di wilayah lain yang mengalami hal yang sama, tetapi tidak semua pemimpin berani menyampaikan apa yang terjadi sekarang ini. Karena berbagai kondisi di daerah yang tidak sama,” katanya.

Akmal menegaskan, membuat narasi Papua selalu berada dalam masalah adalah narasi yang salah. “Kita juga membuat narasi-narasi yang sudah banyak kita capai dalam konteks kita menjadikan Papua adalah Indonesia,” tegasnya.

“Terkait dengan adanya gangguan-gangguan tentu ini adalah ranah aparat penegak Hukum TNI/POLRI, yang kami katakan adalah satu hal yang tidak bisa dikaitkan dengan upaya kita untuk membangun Papua yang lebih baik ke depan,” tukasnya. (Red).

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.