Kristiana Jawab Kristiani Agas: Saya Hanya Tes Darah di Ruteng

0 2

BORONG-Kristiana Lesti Ani, seorang ibu hamil asal Kampung Tok, Desa Rana Masak, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur membantah pengakuan Sekretaris Dinas Kesehatan Manggarai Timur Pranata Kristiani Agas yang menyebut dirinya kembali diswab antigen di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Ben Mboi Manggarai.

Menurut Kristiana, pihak RSUD hanya mengecek darah dan urinnya. “Saya di (RSUD-red) Ruteng tidak di swab antigen lagi. Saya hanya cek WC kecil (urin-red) saja dan tes darah. Itu saja,” ujar Kristiana kepada Infolabuanbajo.com, Jumat (23/7/2021).

Kristiana kembali menegaskan bahwa, dirinya di RSUD Ruteng dilayani sebagai pasien umum. “Di Ruteng, (saya) dilayani sebagai pasien umum,” beber Kristiana sembari menunjukan hasil bukti pemeriksaan.

Hasil cek up di RSUD dr Ben Mboi

Kisah pilu Kristiana sebelumnya diceritakan oleh sang ayah bernama Laurensius Mimbi (42). Kasus tersebut berawal kata Laurensius saat putrinya yang masih berumur 18 tahun itu mengikuti posyandu di Puskesmas Pembantu (Pustu) Kampung Lewe, Desa Rana Masak.

“Di Pustu Lewe, anak saya badannya panas tinggi. Akhirnya, anak saya tidak jadi ikut posyandu,” ujar Laurensius kepada Infolabuanbajo.com, Kamis (22/7/2021).

Pihak Pustu pun kata Laurensius langsung merujuk istri dari Afrianus Lawi itu ke Puskesmas Borong. Pada hari itu juga kata Laurensius, dirinya, sang ibu dan sang suami mengantar sang anak ke Puskemas yang dituju.

“Sesampai di Puskesmas Borong, anak saya di rapit antigen. Hasilnya, anak saya dinyatakan positif terpapar covid-19,” jelasnya.

Tim medis Puskesmas Borong pun langsung merujuk Kristiana ke Rumah Sakit Umum Daerah dr. Ben Mboi Ruteng, Manggarai. Kristiana ke Ruteng dibawa pakai mobil ambulance.

“Saat itu kami diantar oleh salah satu perawat bersama sopir ambulance. Tiba di Ruteng jam 10 malam. Saat itu, perawat langsung kembali ke Borong. Sebelum pulang mereka meminta uang ongkos kendaraan ambulence Rp300 ribu. Kami pun langsung membayarnya,” kisahnya.

Rujukan Bukan Pasien Covid

Namun ada hal yang aneh kata Laurensius setelah pihaknya memeriksa surat rujukan yang diterimanya dari perawat Puskesmas Borong. Dalam surat tersebut diterangkan bahwa anaknya bukan pasien covid. Padahal hasil rapit antigen sudah dinyatakan positif di Puskesmas yang sama.

Hal yang paling anehnya lagi, anaknya dirujuk dari Puskesmas Peot. Bahkan penulisan umur di surat rujukan berbeda di surat hasil rapit antigen. Begitu pula dengan alamat pasien di Surat Antigen dan rujukan berbeda.

“Anak saya jadi pasien biasa yang dirujuk dari Puskesmas Peot ke RSUD Ruteng. Dan perawat Puskesmas Borong juga tidak memberikan ke kami surat yang menyatakan anak saya pasien positif covit-19,” katanya.

Berdasarkan rujukan tersebut kata Laurensius, anaknya langsung diperiksa sebagaimana pasien umum lainnya. Pihaknya pun tidak bisa mengadu ke pihak RSUD bahwa anaknya positif Covid lantaran tidak memegang surat hasil swab dari Puskesmas Borong.

“Kami tidak punya surat dari Puskesmas Borong yang menyatakan anak saya positif covid-19,” jelasnya.

Lanjut Laurensius, sang anak pun hanya nginap semalam di RSUD Ruteng. Pada Selasa (13/7/2021), pihaknya bersama sang anak kembali ke Borong.

“Dalam perjalanan ke Borong, perawat Puskesmas Peot langsung menelpon kami dan menginformasikan agar anak saya langsung ke RSUD Lehong untuk dikarantina. Sedangkan kami pihak keluarga diarahkan untuk rapit di Puskesmas Peot,” bebernya.

Hasil swab antigen tersebut kata Laurensius, pihak keluarganya dinyatakan negatif covid. Saat itu kata Laurensius, pihak keluarga meminta supaya sang anak dilakukan swab ulang, namun tim medis Puskesmas Peot malah menolak.

“Tim medis di Puskesmas Peot menolak dan menyuruh agar anak saya saat itu segera dibawa ke RSUD Lehong untuk dikarantina. Kami semua keluarga kecewa dan kami pun terpaksa mengikuti kemauan mereka. Anak saya langsung kami antar gunakan kendaran pribadi ke RSUD Lehong untuk dikarantina,” jelasnya.

Menurut Laurensius, anaknya telah dikarantina selama 10 hari di RSUD Lehong. Hasil swab antigen terakhir dinyatakan negatif covid saat Laurensius menghubungi anaknya pada Kamis (22/7/2021).

“Sangat disayangkan, anak kami dalam keadaan mengandung lalu karena panas sedikit dan diminta ke Borong. Sampai di Puskesmas Borong dinyatakan positif. Lalu mereka suruh rujuk ke Ruteng. Tapi rujukan itu bukan dikeluarkan Puskesmas Borong tapi oleh Puskesmas Peot. Dalam surat rujukan itu juga tidak dinyatakan bahwa anak kami Covid,” tukasnya dengan nada kesal. (Firman Jaya).

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.