Ketua DPRD Matim Cuek, Pedagang Pasar Borong Terus Tagih Janji

0 0

BORONG-Para pedagang pasar Borong kembali menagih janji kepada Ketua DPRD Matim Yeremias Dupa atas tuntutan mereka saat demonstrasi di gedung DPRD Matim pada Kamis, (30/04/2021) lalu. Para pedagang pasar mengaku tuntutan mereka belum terjawab.

SM, salah satu pedagang pasar mengaku beberapa anggota DPRD dan Dinas Koperindag telah meninjau lokasi pasar. Namun kata SM, mereka hanya meninjau lokasi dan pulang.

“Mereka sempat perhatikan gedung pasar Borong yang tidak di gunakan lagi oleh para pedagang. Akan tetapi yang kami tahu sampai saat ini mereka belum akomodir tuntutan kami,” kata SM kepada Infolabuanbajo.com, Rabu (19/5/2021).

Sementara pedagang bernama Sofia mengaku anggota DPRD yang datang saat itu tidak berdialog dengan para pedagang. Padahal kata Sofia, pihaknya ingin berdiskusi terkait amburadulnya pasar tersebut.

“Ada anggota DPRD yang turun ke pasar tapi kami belum tahu apa tujuan kehadiran mereka,” jelasnya.

“Intinya menurut kami Pemda Matim belum menjawab apa yang menjadi tuntutan para pedagang,” tambahnya.

Sementara pedagang bernama Siprianus mengaku anggota DPRD yang secara perorangan menemui pedagang pasar hanya Selesius Medi. Kata Siprianus, Medi telah mendengar dan mendiskusikan apa yang menjadi keluhan para pedagang pasar.

“Kami sering lihat turun langsung ke pasar Borong. Dia mendiskusikan bersama kami untuk mencari jalan agar menyelesaikan persoalan kami,” kata Siprianus.

Menanggapi keluhan pedagang pasar tersebut, Wakil Ketua DPRD matim
Damianus Damu mengatakan, pihaknya akan tinjau pasar Borong setelah rapat Komisi dengan mitra kerjanya.

“Nanti setelah kita rapat kerja komisi bersama mitra komisi dan juga bersama dinas teknis,” ujar Damian singkat.

Sedangkan Ketua DPRD Matim Heremias Dupa saat dikonfirmasi engga menjawab. Heremias hanya membaca pesan terkirim. Sebenarnya, bukan kali pertama Heremias cuek dengan upaya konfirmasi media ini. Sebelumnya juga terkait kasus lain enggan memberi komentar.

Diketahui, kondisi pasar Borong makin memprihatinkan. Pantauan media ini, bangunan tersebut terlihat rusak. Seng atap gedung itu telah terkelupas. Selain itu, tak satu pedagang pun yang berjualan di dalam pasar. Para pedagang ramai berjualan di luar gedung di dalam tenda yang dibuat sendiri.

Demo

Sebelumnya diberitakan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manggarai Timur (Matim) menggelar rapat paripurna di Aula DPRD Matim pada Kamis, (30/04/2021). Namun awal rapat tersebut diwarnai aksi demontrasi sejumlah pedagang Pasar Borong.

Usai orasi, para pedagang tersebut pun langsung diterima dan dihadirkan dalam ruangan sidang. Semua anggota DPRD yang ada mempersilahkan para pedagang untuk mendengar aspirasi mereka.

Koordinator aksi Silvester Mbotu menegaskan kepada anggota DPRD bahwa pasar Borong belum layak untuk dimanfaatkan. Pasalnya, sirkulasi udara pasar tersebut tidak bersahabat dengan barang dagangan.

“Kami tidak bisa untuk berjualan di dalam gedung karena gedung pasar terlalu panas, pengap. Udaranya tidak bebas dan gedungnya terlalu tertutup. Semua barang dagangan kami busuk dan kering sehingga tidak bisa dijual lagi,” tegas Silvester.

Silvester juga mengeluhkan kebijakan pemerintah daerah (Pemda) Matim yang pilih kasih dalam menempatkan pedagang di dalam gedung pasar.

“Itu hari para pedagang sudah bersepakat bersama pemerintah agar semuanya berjualan di dalam gedung pasar. Tapi kenapa hanya kami saja yang berjualan di dalam?,” tanyanya dengan tegas.

“Sedangkan masih banyak pedagang lain yang berjualan secara liar di luar gedung. jujur kami tidak bisa bertahan jual di dalam gedung. Pendapatan kami kurang,” tambahnya.

Silvester pun meminta DPRD Matim sampaikan aspirasi tersebut Pemda Matim dalam hal ini Dinas Koperindag. “Selesaikan pasar Borong yang amburadul itu,” tukasnya.

Massa aksi lainya Sofia Danus mengaku Pemda Matim tidak berlaku adil terhadap semua pedagang pasar.

“Kami seakan dianaktirikan oleh pemerintah. Masa kami saja yang dipaksa untuk berjualan di dalam gedung pasar yang seperti gudang semen itu,” tegasnya.

Sementara pedangan lainnya kata Sofia, Pemda izinkan untuk berjualan bebas di luar pasar. Sofia pun meminta Pemda Matim segera renovasi pasar tersebut.

“Supaya barang dagangan kami tidak cepat rusak dan busuk karena terlalu panas di dalam gedung,” tambahnya.

Sofia memohon kepada DPRD Matim bisa memperjuangkan keluhan tersebut. “Meskipun hari ini kami hadir secara spontan saja karena kami tahu bapak DPRD lagi rapat paripurna pasti semuanya hadir sehingga bisa mengetahui semua apa yang menjadi keluhan kami,” tukasnya.

Menanggapi keluhan para demonstran, Ketua DPRD Matim Yeremias Dupa berjanji akan meninjau langsung kondisi pasar Borong tersebut.

“Minggu depan kami akan langsung ke lokasi pasar. yang pasti setelah ini kami akan membahas semua masalah pasar Borong. Kami juga siap untuk menjawab semua aspirasi masyarakat para pedagang pasar Borong,” jelasnya.

Yeremias menegaskan, pihaknya akan menyampaikan kepada Pemda supaya pasar borong bisa ditata secara baik. Salah satunya dengan kembali merombak pasar yang dinilai seperti gudang tersebut.

“Tentunya membutuhkan waktu. Dalam waktu dekat ini kami akan menjawabi semua terkait tuntutan masyarakat. Semua pokok pikiran masyarakat kami terima dan kami akan tindak lanjuti,” bebernya.

“Minggu ini kami akan ambil sikap bersama para pemerintah ataupun Dinas terkait agar semua tuntutan masyarakat bisa terjawab,” tambahnya. (Firman Jaya).

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.