Kasus TPU Ragok, PDIP Matim Sebut Pemda Bermain

0
BORONG– Politikus PDIP Manggarai Timur Wilibrodus Nurdin Bolong mendesak Pemda menghentikan proses penerbitan sertifikat tanah pekuburan umum (TPU) Ragok. Hal tersebut kata Wilibrodus bisa menciptakan polemik berkepanjangan antara masyarakat dengan Pemda.
 
“Masyarakat yang memiliki hak di dalam lokasi TPU Ragok yang telah dijual oleh empat toko tua beo tersebut, Apabila menurut Pemda itu adalah sah, itu perlu dipertimbangkan lagi. Kalau ada penolakan atau ada reaksi dari masyarakat jangan dipaksa,” ujar pria yang akrab disapa Wili kepada wartawan, Kamis (20/5/2021).
Menurut Willi, pemerintah daerah tidak boleh membeli tanah yang isinya kuburan. Meskipun Pemda membeli tambahan aset.
“Semua kuburan tersebut milik masyarakat. Jadi tidak di benarkan untuk dijual kepada pemerintah dan pemerintah membelinya,” katanya.
Putra Lamba Leda itu meminta Pemda yang mengurus proses pembelian tanah tersebut harus berkata jujur.
“Keempat orang yang menerima uang tersebut harus jujur. Apa benar mereka menerima Rp260 juta seperti yang di sampaikan pemerintah. Kalau kurang katakan kurang. Jangan berspekulasi,” katanya.
Wili melihat adanya kejanggalan dalam proses pembelian tanah tersebut. Ia merinci pembelian tahun 2015, tetapi proses pengukuran baru tahun 2021. Apalagi luas tanah tersebut berbeda luas yang diutarakan Pemda dengan tim pengukur di lapangan.
“Saya tahu di Pemda itu ada yang bermain di dalam. Mereka harus perlu berpikir panjang supaya tidak memicu konflik ke depan dan jangan pernah mereka berdagang dengan masyarakat kecil,” tegasnya.
Padahal kata Willi, setiap transaksi melalui APBD jelas peruntukan uang yang digunakan. Dalam hal ini, letak dan ukuran sudah didata di Pemda. Sebab berdasarkan data tersebut anggaran bisa dikucurkan. Untuk itu tak ada lagi urusan tahun 2021.
“Saya hanya minta Pemda jangan paksa diri. Batalkan itu urus sertifikat, apabila mereka masih ngotot, saya akan mendesak polisi dan kejaksaan untuk segera periksa oknum-oknum yang terlibat di dalam proses beli tanah TPU ragok,” tukasnya.
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Daerah (Pemda) Manggarai Timur (Matim) membeli Tempat Pekuburan Umum (TPU) Ragok dengan harga Rp260.000.000 juta.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Matim Wihelmus Deo mengatakan, TPU yang terletak di Desa Bangka Kantar, Kecamatan Borong itu dibeli tahun 2015 silam dengan luar dua hektar.
“TPU Ragok itu sudah dibeli oleh Pemda Matim pada tahun 2015. Memang saat itu saya bukan kepala dinas tapi berdasarkan dokumen arsip yang ada di Dinas Sosial, yang saya liat luas tanah dua hektar. Dibeli dengan harga Rp260.000.000,” ujar Wihelmus kepada Infolabuanbajo.com, Senin (17/5/2021).
Namun Wihelmus memastikan, uang tanah tersebut tidak sepenuhnya diterima penjual tanah kuburan tersebut. Pemda kata Wilhelmus saat itu hanya membayar Rp247.000.000 juta. Uang sisa yang berjumlah Rp13 juta digunakan untuk bayar pajak.
“Besok saya akan kasih tunjuk datanya soalnya sekretaris tadi ada keluar. Tapi data tersebut tidak bisa kami beri ke media ataupun di foto. Nanti kami kasih tunjuk saja, biar kalian tahu,” katanya.
Namun pengakuan Wihelmus berbeda dengan pernyataan Mantan Kepala Desa Bangka Kantar (2011-2016) Yosep Marus terkait luas lahan TPU yang dibeli Pemda.
Yosep selaku saksi penandatangan jual beli TPU tersebut memastikan luas TPU yang dibeli Pemda 1,5 Hektar.
“Bulan April 2021 lalu, kebetulan saya salah satu saksi yang tanda tangan jual beli tanah TPU Ragok. Tapi yang saya tahu luas tanah tersebut hanya 1,5 hektar,” katanya.
“Saya tidak tahu berapa jumlah uang beli TPU Ragok tersebut sebab proses transaksi jual beli tanah sudah dilakukan sejak tahun 2015,” tambahnya. (Firman Jaya)
You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.