Kasasi Jaksa Ditolak MA, Advokat Julius Lobiua Bebas dari Tuduhan Penipuan

0

JAKARTA– Perkara pidana yang menimpa advokat Julius Lobiua, SH, MH telah berkekuatan hukum tetap (inkrah). Perkara dengan registrasi nomor 704/Pid.B/2018/PN. JKT. Utr pada 7 Februari 2019 di Pengadilan Negeri Jakarta Utara menyatakan Julius Lobiua bebas dari dakwaan tunggal atas tuduhan pasal 378 KUHP tentang penipuan.

“Menyatakan terdakwa Julius, SH, MH tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan dalam dakwaan tunggal pasal 378 KUHP,” bunyi putusan Hakim sebagaimana dikutip Julius kepada wartawan, Kamis (7/10/2021).

Namun putusan bebas tersebut kata Julius tidak membuat Jaksa Penuntut Umum (JPU) lega. Penuntut Umum pada 18 Februari 2019 mengajukan permohonan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) dan terdaftar dengan registrasi nomor perkara 18 K/Pid/2020.

Upaya kasasi penuntut umum tersebut kata Julius kandas. Pasalnya, MA menolak kasasi tersebut yang diputuskan pada 14 Mei 2020 silam. “MA menolak kasasi Penuntut Umum,” tegasnya.

Untuk itu laporan penipuan dengan nomor: LP/378/III/2015/Bareskrim tanggal 29 Maret 2015 dengan pelapor Adi Chandra S selaku kuasa dari Hamidjaja Sutiknya dan Christianto yang saat itu selaku Ketua dan Wakil Ketua Komite Manajemen Kerjasama Operasional Perkasa Abadi (KSO Perkasa Abadi) tidak terbukti.

“Dengan demikian berita berita yang selama ini beredar di beberapa media sosial yang menyatakan Julius Lobiua, bukan Advokat dan/atau terbukti bersalah adalah berita yang tidak benar,” tegasnya.

Hubungan dengan Terlapor

Menurut Julius, hubungannya dengan pelapor saat itu sebagai konsultan hukum. Dalam perjanjiannya dimulai tanggal 25 Agustus 2010.

Fendy Winoto selaku General Manager KSO Perkasa Abadi mendatangi kantor Julius yang beralamat di Jl. Boulevard Blok LA.6 No.5-6, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

“Tujuannya berkeinginan untuk menggunakan jasa konsultan hukum dalam menangani masalah kenaikan tarif dasar listrik di apartemen Paladian Park,” katanya.

Pada tanggal 26 Agustus 2010 kata Julius, pihaknya mengirim surat dengan nomor 002/SPN-VIII/2010 terkait penawaran jasa hukum. Surat tersebut berupa konfirmasi dan ternyata disetujui oleh KSO Perkasa Abadi melalui Fendy Winoto pada 27 Agustus 2010.

Lanjut Julius, kerjasama pun berjalan dengan ruang lingkup kerja meliputi pemberian legal advise dan konsultan hukum, legal drafting dan upaya hukum non litigasi atau mediasi.

Pada 28 September 2012 kata Julius, pihaknya memutus kerjasama dengan KSO Perkasa Abadi. Hal tersebut kata Julius lantaran didesak oleh pemilik unit dan penghuni apartemen Paladian Park yang merasa KSO Perkasa Abadi selaku pengelola tidak menjalankan dan memberikan hak-hak para penghuni. (Red).

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.