Kadis dan Sekretaris Koperindag Matim Beda Penjelasan Soal Renovasi Pasar Rana Loba

0

BORONG– Kepala Dinas (Kadis) Koperasi UKM, Industri Dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Manggarai Timur (Matim) Fransiskus P. Sinta memastikan, gedung Pasar Rana Loba belum masuk dalam agenda renovasi. Bahkan belum bisa dipastikan kapan gedung pasar tersebut direnovasi untuk menuruti permintaan para pelaku usaha.

“Belum direnovasi, kita belum bisa pastikan, belum di usulkan,” ujar Fransiskus kepada Infolabuabajo.com, Jumat (9/4/2021).

Menurut Fransiskus, ketidakpastian tersebut bukan tanpa alasan yang jelas. Sebab tak sedikit anggaran yang dipotong akibat penanganan pandemi corona virus (covid-19).

“Apa lagi tahun kemarin banyak anggaran yang dipotong karena penanganan covid-19,” tegasnya.

Namun penjelasan Sekretaris Dinas Koperindag Matim Efrain D. Gula berbeda dengan Kadis. Efraim menyebut akan merampung renovasi gedung tersebut tahun 2021. Bahkan kata Efraim, pihaknya telah merenovasi sebagian gedung yang tak pernah berfungsi itu.

“Tinggal beberapa titik yang belum, Kalau soal atap, MCK itu sudah kami perbaiki. Kalau semuanya sudah rampung, maka kami akan arahkan untuk gunakan fasilitas yang dibuat pemerintah,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang pedagang pasar yang berinisial NY (35) menegaskan, bangunan gedung pasar Rana Loba tidak sesuai dengan keinginan pelaku pasar. Ia pun membeberkan alasannya tak berjualan dalam gedung tersebut.

“Di dalam gedung terlalu panas, sirkulasi udaranya kurang bagus. Panas sekali di dalam. Barang dagangan tidak bisa bertahan lama, cepat kering karena terlalu panas,” jelasnya.

“Tak hanya itu, meja yang di sediakan untuk menjajakan barang dagangan juga, terlalu tinggi dan sempit. Kami tidak bebas saat melayani pembeli. Gedung terlalu tertutup. Jujur kami tidak bisa bertahan di dalam gedung,” kisahnya.

Begitu pula yang dialami pedagang yang berinisial AS (43). Dia mengaku kesal dengan bangunan pasar tersebut. Kata dia, bangunan internal pasar tersebut sangat sulit untuk melayani para pembeli.

“Jujur saja, kami sempat berjualan di dalam tapi baru beberapa bulan, kami tidak bisa tahan karena panas. Tak hanya itu, pendapatan kami saat di dalam gedung juga menurun karena pembelinya sepi,” katanya.

Dia menyarankan kepada pemerintah supaya tidak mengizinkan beberapa pedagang berjualan di luar pasar jika gedung tersebut sudah direnovasi.

“Pemerintah tidak boleh izin para pedang lainya untuk berjualan sebebasnya di luar gedung pasar. Kalau mau aman ya harus kompak berjualan di dalam gedung. Biar tidak ada yang istilah pasar tandingan di luar gedung. Kami sangat berharap kepada pemerintah agar mengambil langka tegas,” tukasnya. (Firman Jaya)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.