Kades Benteng Riwu Diduga Tilep Upah 25 Kader Posyandu

0 695

BORONG-Para Kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Desa Benteng Riwu, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) terus menjerit. Pasalnya, upah para kader yang berjumlah 25 orang itu diduga ditilep oleh oknum Kades berinisial AB. AB adalah Kepala Desa Benteng Riwu.

Selain itu Kades AB juga diduga memalsukan tanda tangan para kader Posyandu tersebut untuk membuat laporan pertanggungjawaban Keuangan (SPJ) pada tahun 2019 silam.

Hal tersebut dibenarkan oleh salah satu Kader Posyandu Desa Benteng Riwu bernama Imelda Jemamut (49). Kata Imelda, Kades AB pun telah mengakui perbuatannya yaitu menilep uang dan palsukan tanda tangan kepada petugas Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD).

Pengakuan tersebut kata Imelda setelah pihaknya melaporkan Kades AB ke Polres Matim pada Rabu (12/8/2020). Selanjutnya kata Imelda, pihaknya menghadap Tipikor Polres Matim pada Senin (7/9/2020) lalu. Namun laporan tersebut masih mengendap di Polres Matim. “Sejauh ini belum ada titik kejelasan,” ujar Imelda kepada Infolabuanbajo.com, Sabtu (3/4) lalu.

Imelda menyesal dengan tindakan Kades AB yang rela mengambil haknya secara illegal. Menurut Imelda, tindakan tersebut melecehkan dirinya.

“Antonius Bugar (AB) sudah melecehkan harga diri kami sebagai perempuan. Kami tidak menuntut uang. Kami cuman minta pertanggungjawaban dia, mengapa ia tega untuk manipulasi tanda tangan itu,” tegasnya.

Imelda pun mendesak Polres Matim segera memproses pengaduannya yang telah berjalan selama delapan bulan itu. Ia berharap Polres Matim menyelidikinya secara profesional.

Imelda juga , meminta kepada polres Manggarai Timur ,agar bisa menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi secara profesional

“Kami minta Polres Manggarai Timur harus bisa menyelesaikan persoalan ini secara perofesional. Apalagi sudah jelas Pak Kades mengaku di depan BPMD tepatnya di kantor Desa Benteng Riwu,” tegasnya.

Bahkan menurut Imelda, bukti Kades AB makan uangnya sudah jelas. Sebab, pihaknya masih menyimpan video dan rekaman suara pengkuan Kades AB tersebut. “Apalagi dihadiri oleh banyak masyarakat juga,” tegasnya.

Sementara Veronika Nanur (50) yang juga salah satu kader Posyandu mengaku tak akan menyerah untuk memperjuangkan haknya. Veronika menilai ada sejumlah pihak yang berusaha menutupi kasus tersebut. Akan tetapi pihaknya akan berjuang sampai ada titik terang dan menemukan kepastian hukum.

“Saya dan teman-teman sudah bertekat untuk memperjuangkan keadilan di Desa kami. Kami tidak ingin di pandang rendah sebagai prempuan. Kami tidak ingin masalah ini didiamkan begitu saja,” kata Veronika.

Infolabuanbajo.com pun telah berusaha menghubungi Kades Antonius Bugar, namun hingga berita ini diturunkan, nomornya kontaknya ditanyatakan tidak aktif. (Firman Jaya).

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.