Kades Benteng Riwu Diduga Buat Laporan Fiktif Bangun Drainase dan MCK

0 1,002

BORONG- Dana Desa adalah amanah dari undang-undang sebagaimana diatur dalam Pasal 72 Ayat 2 UU Nomor 6 Tahun 2014. Sebagai salah satu dari pendapatan desa, maka pemerintah pusat berkewajiban mengalokasi Dana Desa dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Namun penggunaan anggaran tersebut kerapkali disunat bahkan membuat laporan fiktif tanpa pembangunan fisik di lapangan. Salah satu Desa yang menjadi sorotan adalah Desa Benteng Riwu, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Flores, NTT.

Kantor Desa Benteng Riwu

Desa yang dipimpin oleh Antonius Bugar itu diduga terjadi praktik korupsi dalam pembangunan infrastruktur Desa. Item yang menjadi sorotan publik adalah pembangunan drainase jalan ke Kampung Nawang menuju Kampung Pnem dengan jarak 200 meter. Total pagu anggaran Rp321.134.651 yang bersumber dari Dana Desa tahun 2018.

Selanjutnya pembangunan pemeliharaan fasilitas jamban umum (MCK) dengan pagu anggaran Rp60.000.000. Dana tersebut juga bersumber dari Dana Desa tahun 2020.

Anggota Badan Pengawasan Desa (BPD) Desa Benteng Riwu Egidius Rosa Riga menegaskan, Kapala Desa Antonius diduga membuat laporan fiktif pada dua item pekerjaan tersebut.

“Bapa Kades Benteng Riwu itu diduga sudah membuat laporan fiktif Pak. Dia buat laporan fiktif itu pada dua item pekerjaan itu,” ujar Egidius kepada Infolabuanbajo.com di kediamannya.

Menurut Egidius, bukti fisik laporan tersebut tidak dikerjakan. Egidius menilai Kades Antonius berbohong kepada masyarakat Desa. “Pembangunan drainase dan MCK umum tidak ada sama sekali bukti fisik di lapangannya. Itu yang kami tahu,” katanya.

Egidius mengaku kesal terhadap sejumlah instansi yang sangat berperan penting melakukan pengawasan terhadap pembangunan Desa. “Camat Borong, Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa ( BPMD) dan Inspektorat. Mereka seharusnya bisa menjalankan secara profesional sesuai tupoksi mereka masing- masing. Kami kesal, mengapa bisa loloskan sejumlah laporan yang diduga fiktif itu,” tegasnya.

Egidius berharap inspektorat dan BPMD Matim segera meninjau langsung ke Desa Benteng Riwu atas dugaan laporan fiktif tersebut.

Infolabuanbajo.com pun meninjau langsung ke kantor Desa Benteng Riwu. Fakta di lapangan membenarkan pernyataan Egidius bahwa benar tidak ditemukan MCK milik desa. Begitu pembangunan fisik drainase.

Sementara Kades Antonius mengatakan, pihaknya hanya membangun satu MCK umum. Dua lainnya masih dalam proses menunggu pembangunan. Padahal masuk dalam Rancangan Anggaran Pembangunan (RAP) tahun 2018.

“Kalau MCK memang satu saja yang sudah dibangun pak. Kebetulan dua MCKnya belum dibuat. Materialnya sudah ada pak. Cuman belum dibangun. Saya janji akan saya selesaikan,” ujar Antonius terbata-bata kepada infolabuanbajo.com, Kamis (1/4/2021).

Saat dikonfirmasi terkait pembangunan drainase, Antonius menepis tudingan Egidius. Ia mengklaim telah mengerjakan drainase tersebut. “Pak dalam nomenklaturnya memang jalan Nawan-Pnem pak tapi di Nawang itu saya sudah buat pak,” katanya.

Kades Antonius pun tak mengetahui tahun pembangunan drainase tersebut. “Tunggu nanti saya liat lagi. Sudah lupa pak, nanti saya lihat dulu pak,” tukasnya. (Firman Jaya).

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.