Jika Tipe A, RSUD Komodo Butuh 250 Tempat Tidur dan Radioterapi

0

LABUAN BAJO-Pemerintah Pusat tengah menyiapkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Komodo yang terletak di Marombok, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) untuk menjadi tipe A. Saat ini RSUD tersebut masih berstatus tipe D.

Informasi peningkatan status tersebut disampaikan oleh Bupati Mabar Edistasius Endi di hadapan pimpinan dan anggota DPRD saat sidang paripurna, Rabu (25/8/2021) lalu.

Terkait wacana peningkatan tipe ini, berikut wawancara redaksi Infolabuanbajo.com dengan Direktur RSUD Komodo dr.Maria Yosephina Melinda Gampar.

Bagaimana tanggapan anda terhadap wacana RSUD Komodo yang akan ditetapkan sebagai Rumah Sakit tipe A?

Kami sebagai tim manajemen RSUD Komodo sangat mengapresiasi terkait niat pemerintah untuk peningkatan tipe A ini. Kami akan mensupport agar hal ini bisa terwujud.

Apa indikatornya sehingga tipe D langsung ke tipe A?

Untuk indikator paling utama adalah ketersediaan tempat tidur Rumah Sakit. Tipe A sebanyak 250 tempat tidur. Untuk sekarang kondisi RSUD tipe D ada 50 tempat tidur.

Apa saja fasilitas penunjang ke depan sehingga RSUD ini bisa menjadi pusat rujukan?

Banyak hal yang perlu disiapkan untuk memenuhi pelayanan sesuai tipe A. Selain melengkapi jenis ketenagaan dokter spesialis juga tenaga dokter sub spesialis.

Untuk jenis pelayanan pasti harus lengkap. Karena Rumah Sakit tipe A berarti Rumah Sakit rujukan terakhir karena tipe yang paling tinggi.

Fasilitas apa saja yang perlu ditambahkan ke depan?

Selain gedung rawat inap untuk mensupport 250 tempat tidur juga pelayanan poli rawat jalan dan penunjang lainnya, seperti radio terapi dll.

Bagaimana dengan anggaran operasional, apakah akan bertambah? Jumlahnya berapa?

Hal ini pasti akan didiskusikan saat penambahan fasilitas gedung dan lain-lain jika sudah mulai dikerjakan.

Apakah akan ada penambahan tenaga medis baik dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan dan ahli gizi? Jika iya, berapa jumlahnya?

Pasti akan ada penambahan, mengenai jumlahnya akan disesuaikan dengan pelayanan yang tersedia.

Bagaimana seleksi masuk untuk tenaga administrasi jika dibutuhkan?

Belum kami bicarakan

Bagaimana model pelayanan emergensi di RSUD Komodo, apakah lebih prima dari sebelumnya atau tetap sama?

RSUD Komodo akan selalu berusaha meningkatkan pelayanan.

Saat ini Manggarai Barat belum memiliki Lab Khusus untuk swab PCR covid-19, bagaimana solusinya?

Mungkin sebaiknya Dinas Kesehatan yang menjawab.

Bagaimana sistem koordinasi dengan puskesmas jika ada pasien gawat darurat? Bagaimana pola pelayanannya?

Pada saat ada pasien yang akan dirujuk dari puskesmas, maka Rumah Sakit akan dikontak via telepon untuk pemberitahuan dan persiapan pelayanan di Rumah Sakit saat pasien tiba.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.