Homestay Harapan Baru Bisnis Penginapan Di Tengah Pandemi

Optimisme Pariswisata Nasional Bakal Bangkit

0 148
Webinar bersama Forwada bertajuk “Membangkitkan Optimisme Industri Pariwista Nusantara,” Kamis, (4/3/2020)

Jakarta :  Seiring bergesarnya gaya hidup dimasa pandemi, penginapan menjadi salah satu hal yang patut  diperhatikan di industri pariwisata nasional. Banyaknya wisatawan yang kini lebih memilih homestay sebagai penginapan.

Bisnis penginapan homestay menjadi peluang bisnis yang semakin potensial terutama di masa pandemi ini. Biasanya Homestay ini berada di lokasi yang dekat dengan kawasan wisata.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengungkapkan, jika melihat perkembangan covid di tahun kedua ini, untuk menggenjot kunjungan pariwisata baik asing maupun domestik dibutuhkan sebuah kolaborasi kolosal.

Sandi, menegaskan kolaborasi itu harus dijalin dengan berbagai instansi terkait instansi seperti Kementrian Luar Negeri, Kementrian Hukum & HAM, Satgas Covid-19, Kementrian Kesehatan, dan Kementerian Perhubungan serta juga elemen masyarakat dan dunia usaha.

Salah satu pelaku usaha di industri pariwisata Irvan Muthalib mengaku sangat optimis pariwisata Indonesia akan bangkit kembali. Founder & CEO Haitraveller ini juga mengajak seluruh insan pariwisata untuk tetap optimis seraya berharap bantuan dari media massa untuk terus menggaungkan bahwa Indonesia punya objek wisata yang tidak kalah dari luar negeri.

Guna menggairahkan industri pariwisata, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero), Bonai Subiatko, dalam event webinar  bersama Forwada bertajuk “Membangkitkan Optimisme Industri Pariwisata Nusantara,” Kamis, (4/3/2020) menyatakan siap untuk mendukung bangkitnya pariwisata tanah air, pihaknya telah menginisasi program yang dimanakan Pembiayaan Homestay.

“Program Pembiayaan Homestay ini diperuntukan bagi masyarakat di desa wisata. Dalam proram ini SMF bermitra dengan stakeholder antaralain dengan kementrian pariwisata lewat  deputi bidang indutris dan investasi,”ujarnya.

SMF, lanjutnya. juga sudah melakukan penandatangan MOU dan PKS dengan Kemenparekraf untuk kerjasma dalam pembiayaan homestay, dimana dalam penyalurannya SMF bekerjasama dengan BUMDES.

“Untuk program ini tentunya ditujukan untuk desa wisata yang sudah memiliki Homestay dan telah beroperasi dengan baik dan punya rencana penembangan,” sambungnya.

Sementara, Direktur Layanan TI, Bakti Kominfo untuk Pemerintah dan Masyarakat Danny Januar, menyebutkan saat ini merupakan momentum yang tepat untuk menjadi awal mula proses digitalisasi di sektor pariwisata mengingat pekembangan telekomunikasi yang semakin membaik. Menurutnya saat ini masih ada 12.548 desa yang belum terjangkau layanan sinyal 4 G dan diharapkan dapat diselesaikan pemerintah dan penyelenggara komunikasi di tahun 2022 ini. “Bakti Kominfo ditugasi untuk menyelekasikan jaringan 4G di 7904 desa,” imbuhnya.

Namun demikian, diakui Danny hingga saat ini belum tergarap dengan baik data-data potensi pariwisata di Indonesia. Saat ini pihaknya tengah melakukan inisiatif awal terhadap kondisi tersebut.

“Konsep besarnya jaringan pariwista ini adalah sebagai wadah untuk mengumpulkan seluruh inventory komoditi potensi pariwisata diselurh Indonesia. Untuk langkah awal ini kami ujicobakan di 5 destinasi wisata super prioritas,” paparnya.

Kemeninfo sendiri telah menyiapkan peluncuran satelit komunikasi milik pemerintah dengan nama satelit Republik Indonesia yang peruntukannya seluruhnya untuk pelayanan public pemerintah. Nantinya seluruh area public akan dilayanai oleh satelit yang akan mengorbit di kwartal  4 tahun 2023. “Artinya proses digitalisasi di sektor pariwisata pun nantinya akan bisa dilakukan dengan lebih mudah,” ujarnya.

Danny menambahkan, saat ini dukungan yang diberikan Bakti Kominfo di sektor pariwisata atara lain pemberian pelatihan bahasa Inggirs, Pelatihan Virtual Tour, dan Pelatihan UMKM Digital.

“Pelatihan bahasa Inggris telah diberikan kepada 3244 dari 47 kabupaten. Untuk pelatihan Virtual Tour ini bisa jadi ajang promosi destinasi wisata, sedang pelatihan UMKM Digital kita bekerjasama dengan asosiasi ecommerce Indonesia,” katanya.

Sementara Bupati Kabupaten Gunung Kidul, yang turut serta dalam webinar, Sunaryanta menuturkan pihaknya saat ini tengah mengembangkan sport tourism untuk meningkatkan kunjungan wisatawan baik asing maupun domestik.

Menurutnya, pengembangan sport tourism di Gunung Kidul tidak terlepas dari banyaknya objek wisata di wilayahnya. Penggarapan sport tourism ini dilakuan dengan melibatkan komunitas dan Pokdarwis dan pihak swasta.

Beberapa event sport tourism yang sudah dan akan terus dikebangkan antara lain, Beach Volley, Marathon Internasional, Paralayang internasional, MX GP Series, Tour the Gunung Kidul dan Yoga Vestifa.

“Kita berharap ada efek berantai dari dilaksanakannya sport tourism berskala internasional, dan ini pasti akan melibatkan berbagai stakeholder lainnya seperti hotel dan homestay, yang  sejak sekarang ini kita telah mulai siapkan. Semoga setelah pandemic ini segera terwujud,” tutupnya.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.