Gubuk Pemda Matim Tempat Berpacaran Malam Hari, Pelancong Pantai Borong Terganggu

0

BORONG– Deretan gubuk tua nan reot milik Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur (Matim) menghiasi bibir pantai Borong. Tak sedikit bahan bangunan tersebut terlihat rusak. Padahal, sepanjang pantai tersebut merupakan destinasi wisata pantai.

Bahkan sekitar lokasi tersebut sampah berserakan. Pantauan Infolabuanbajo.com di lokasi pada Rabu (21/4/2021) terlihat sampah plastik, botol bekas minuman jenis bir dan tisu habis pakai.

Hendrikus Saiman (41), salah satu pelancong pantai tersebut mempunyai kesan buruk terhadap pemandangan di Pantai nan indah itu. Menurut Hendrikus, bangunan tua tersebut mengganggu pemandangan pantai borong.

“Inikan tempat pariwisata. Kalau sepanjang jalan banyak bangunan rusak, wisatawan yang berkunjung nanti tidak betah,” keluh Hendrikus.

Keluhan yang sama juga diutarakan pengunjung bernama Maksimus (30). Ia mengusulkan kepada Pemda untuk membongkar bangunan yang menggangu pemandangan tersebut.

“Sebaiknya bangunan itu dibongkar saja. Apalagi itu bangunan sudah rusak. Itukan hanya mau merusak pemandangan saja,” jelasnya.

Menurut Maksimus, tempat tersebut pada malam hari dimanfaatkan untuk berpacaran. Alasan moral itulah bagi Maksimus untuk segera bongkar bangunan milik Pemda tersebut. “Bongkar saja kalau tidak ada gunanya,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Matim Kanisius Jusdin membenarkan bangunan tua tersebut milik Pemda Matim. Namun Kanisius memastikan destinasi wisata pantai Borong tidak dikelola dinas yang dipimpinnya.

“Kalau bangunan itu milik pemda. Tapi itu bukan milik dinas pariwisata. Kalau Dinas Pariwisata punya hanya di Cepi Watu saja. Kalau Pantai Borong belum dikelola oleh Dinas Pariwisata,” katanya.

Menurut Kanisius, bangunan tersebut sebelumnya dibangun untuk kepentingan pameran dari setiap instansi Pemda Matim.

“Itu hari bangunan untuk tempat pameran. Itu yang bangun dulu ada panitianya,” tukasnya. (Firman Jaya).

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.