Dua Pastor di Labuan Bajo Budidaya Pisang dengan Teknik Tanam Bonggol Terbalik

1,117

Labuan Bajo. Infolabuanbajo.com – Memilih berkebun saat pandemi Covid-19 merupakan satu hal yang baik. Selain menghindari kerumunan dan penyebaran Covid-19, berkebun menjadi pilihan yang tepat untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Mengisi waktu dirumahkan akibat Covid-19, dua Pastor di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), yakni Pastor Aloysius Gambur dan Pastor Heribertus Karno membudidaya tanaman pisang dengan teknik penanaman bonggol terbalik.

Teknik penanaman pisang bonggol terbalik tersebut memang sudah familiar di Thailand. Di Indonesia, mungkin sebagian masyarakat yang mengetahui dan menerapkan penanaman pisang dengan metode tersebut.

Di NTT, khusunya Kabupaten Manggarai Barat, teknik penanaman pisang bonggol terbalik cukup awam bagi sebagian masyarakat. Selain karena kurang percaya dengan metode tersebut, kebanyakan masyarakat kurang mendapatkan informasi dalam teknik menanam pisang. Mungkin sebagian masyarakat sudah mendapatkan informasi, tapi tidak menerapkannya karena terhitung pekerjaan yang kotor.

Jika dihitung-hitung, budidaya pisang dengan metode bonggol terbalik ini membawa keuntungan besar.

Ditemui media ini Senin, ( 8/3/2021), Pastor Alo yang kerap disapa menjelaskan, awalnya inspirasi penanaman pisang dengan bonggol terbalik ini berasal dari sebuah kanal petani di Youtube.

“Saya terinspirasi melihat kanal petani di Youtube tentang tanam pisang bonggol terbalik. Kemudian saya (red. Pastor Alo), Pastor Heri, Bapak Don, Cen, Ken, dan Can bergegas untuk membersihkan kebun yang selama ini tidak dimanfaatkan,” ungkap Pastor Alo.

Selama satu bulan, Pastor Alo, Pastor Heri, Bapak Don, Cen, Ken, dan Can membersihkan kebun sebelum digali lubang untuk penanaman pisang.

“Satu bulan kami bersih kebun. Setelahnya menggali lubang dan mencari bonggol pisang di beberapa tempat,” ungkapnya.

Bapak Jecko Teme (Baju merah) bersama Pastor Aloysius Gambur berpose disalah satu pohon pisang yg berbuah. (Foto. Jefry Dain )

Menurut Pastor Alo, masyarakat yang melihat proses penanaman bonggol terbalik yang duterapkannya itu kurang percaya jika tanaman pisang bisa tumbuh di Labuan Bajo yang cuacanya sangat panas.

Namun, kata dia, keyakinan untuk menanam pisang dengan bonggol terbalik tersebut tidak dihalangi oleh pesimisme masyarakat. Memang lazimnya, selama ini masyarakat menanam pisang dengan bonggol ke bawah.

“Tak heran kalau sebagian masyarakat tidak percaya. Mereka belum dapat informasi. Kalau tumbuh pasti masyarakat percaya ,” jelasnya.

Pastor Heri kepada media ini membenarkan tentang pesimisme masyarakat tersebut. Dirinya tetap optimis kalau pisang yang ditanam itu tumbuh subur.

“Kami tanam pada bulan Juni 2020 lalu. Ada 100 lubang yang kami gali untuk tanam pisang,” ungkapnya.

Saat ini, kata Pastor Heri, kebun tersebut sudah menjadi hutan pisang. Pasalnya, teknik bonggol terbalik ini memberikan keuntungan besar dibandingkan bonggol ke bawah.

Pertama, dari satu bibit, akan menghasilkan 5 sampai 6 pohon pisang yang tumbuh secara bersamaan. Jika ada 100 bibit yang ditanam, estimasinya 500 pohon pisang.

Kedua, pohon pisang tidak terlalu tinggi. Ketiga, pada musim hujan, pisang tetap tumbuh bagus karena air meresap ke bawah. Di bagian bawah ada ruang untuk penampungan air.

Teknik Penanaman Bonggol Terbalik

Pertama, menyiapkan lahan. Lahan harus lembab dan subur agar dapat ditanami dengan baik.

Kedua, buat lubang pada lahan kurang lebih berdiameter 50-100 cm dengan kedalaman 50 cm, atau disesuaikan dengan ukuran bonggol agar tidak terlalu sempit dan tidak terlalu lebar sebagai tempat pertumbuhan akar dan batang dari dalam tanah.

Ketiga, jika ada daun kering, simpan di bagian dasar lubang.

Keempat, menyiapkan bonggol yang berkualitas. Bonggol berukuran besar dan sehat. Bonggol bersih dan aman dari penyakit tanaman lain.

Kelima, potong akar yang masih menyambung dengan bonggol baik dengan pisau atau gunting secara rapi dan menyeluruh. Potong bonggol sesuai ukuran lubang.

Keenam, sirami bonggol dengan air hingga basah pada seluruh bagian untuk membersihkan dan melembabkan.

Ketujuh, masukkan bonggol pisang tersebut ke dalam lubang tanam dengan posisi yang terbalik. Letakkan tegak lurus agar pertumbuhan batangnya bagus.

Kedelapan, tutup bonggol pisang dengan tanah galian, lebih baik apabila dicampurkan dengan pupuk organik yang mempercepat dan menyuburkan tanaman.

Kesembilan, penyiraman dapat dilakukan berkala yakni cukup tiga kali seminggu. Jika sudah tumbuh baik, tidak perlu siram.

Kesepuluh, agar pohon tidak goyah sebelum panen, pohon dapat ditopang dengan bambu, kayu, atau penyangga lainnya.

Kesebelas, masa panen pertama biasanya mulai terlihat dalam hitungan bulan saja. Buah pisang sudah dapat dipanen dengan waktu yang lebih cepat, yaitu terhitung 80 hari sejak keluarnya jantung pisang. Sedangkan pada musim penghujan, biasanya masa panen lebih lambat, yaitu 120 hari sejak keluarnya jantung pisang. Hal ini dikarenakan pisang lebih cocok dengan iklim panas, walaupun bukan berarti tidak tumbuh dengan baik di musim hujan.

Laporan: Jefri Dain

You might also like

Comments are closed.