Donatus Datur Akui Kejaksaan Pernah ke Lokasi Proyek Perluasan Sawah Compang Ndejing

0 0

BORONG– Mantan Kepala Dinas Pertanian Manggarai Timur yang kini menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup Donatus Datur akhirnya menanggapi polemik proyek Bantuan Sosial (Bansos) perluasan areal persawahan di Desa Compang Ndejing, Kecamatan Borong. Proyek yang dikelola oleh sembilan kelompok tani itu kini mubazir.

Donatus pun membenarkan proyek tersebut alokasi anggarannya bersumber dari Anggaran Pendapat dan Belanja Negara (APBN). “Program itu program APBN. Per 1 Hektar itu Rp10 juta biayanya. Apabila 1 kelompok dapat 40 Ha, berarti Rp400 juta,” ujar Donatus kepada Infolabuanbajo.com, Selasa (10/8/2021).

“Kalau dia (kelompok tani-red) cetak semua 40 hektar maka cair ke rekening mereka, bukan rekening dinas Pertanian. Dinas merekomendasikan sesuai luas yang cetak. Begitu sampai akhir tahun tidak realisasi semua, maka itu uang disetor kembali ke kas negara. Tarik dari rekening masyarakat, kembali ke rekening negara. Itu yang terjadi,” tambahnya.

Donatus membantah proyek tersebut berujung kasus sesuai keluhan masyarakat setempat. Gagalnya proyek persawahan tersebut kata Donatus karena ketiadaan air. Padahal kata Donatus, saluran irigasi sudah dibangun.

“Kalau sekarang dibilang kasus, saya pikir tidak ada kasus. Di sana sudah ada irigasinya. Tetapi airnya tidak sampai ke bawah. Maka petak sawah yang tidak diari setiap tahun pasti berubah bentuk,” katanya.

“Kalau sekarang tidak ada pematang lagi, itu diluar tanggungjawab saya karena memang air tidak masuk. Asas manfaatnya hanya karena air tidak masuk itu salah siapa? tidak bisa salahkan petani, tidak bisa salah saya karena air tidak masuk,” tegasnya.

Namun Donatus mengaku sudah lupa jumlah uang yang tak terpakai. Begitu pula yang telah dikembalikan ke kas negara. Semua dokumen pengembalian uang tersebut arsipnya disimpan di Dinas Pertanian Matim. “Itu saya tidak tahu. Maunya telusuri dokumennya di kantor pertanian sana,” katanya.

Bahkan kata Donatus, pihak Kejaksaan Negeri Manggarai telah meninjau lokasi proyek perluasan areal persawahan tersebut. “Teman-teman kejaksaan pernah datang ke sana. Saya bilang ini tanahnya dan uang yang tidak terpakai sudah kembali ke kas negara. Bukan ke rekening kami,” tukasnya. (Red/Firman Jaya).

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.