Diprotes Warga Rana Mbeling, Ini Jawaban PT Telaga

0

BORONG-Penanggungjawab PT. Telaga Ende Cabang Ruteng Diana Leba mengatakan, pihaknya akan menyerahkan meteran listrik untuk 100 Kepala Keluarga (KK) di Desa Rana Mbeling, Kota Komba, Manggarai Timur.

Hal tersebut dilakukan PT. Telaga sebagai respon atas aksi protes para warga yang merasa dibohongi oknum yang mengumpulkan uang meteran di Desa Rana Mbeling.

“Terkait keluhan warga Rana Mbeling di berita kemarin itu. Jadi saya akan siap bawakan semua material meterannya ke Desa Rana Mbeling,” ujar Diana kepada Infolabuanbajo.com, Jumat (30/4/2021).

Menurut Diana, pihaknya akan langsung memasang meteran tersebut. Namun arus listrik belum bisa dialirkan lantaran adanya tunggakan Rp25 juta. Uang tersebut saat ini masih disimpan Falentinus Abur. Dia adalah pegawai PLN.

“Kami akan segera pasang semua itu tapi setelah pasang dalam waktu dekat ini tapi untuk arusnya ke meteran kami tahan dulu,” katanya.

“Tunggu Tinus pegawai PLN itu bayar dulu saya punya uang yang lagi Rp25 juta baru kami kasi masuk arus. Sedangkan meterannya kami segera siap pasang, biar pakai uang saya dulu sementara,” tambahnya.

Sebelumnya Warga Desa Rana Mbeling Kecamatan Kota Komba Utara keluhkan terkait meteran listrik yang sudah bayar lunas tapi tidak kunjung dipasang.

Warga Desa Rana Mbeling Rafael Gas mengatakan, pihaknya menyerahkan uang meteran pada September 2020 silam. Pihaknya dijanjikan meteran 900 Kwh.

“Kalau instalasi kabelnya sudah semua tapi meterannya belum dipasang. Di sini bervariasi. Ada yang sudah lunas, ada yang masih panjar. Akan tetapi sampai saat ini kami tunggu meterannya tak kunjung datang,” ujar Rafael kepada Infolabuanbajo.com, Kamis (29/4/2021).

Menurut Rafael, pihaknya menyerahkan uang meteran tersebut melalui pihak PLN yang berhubungan langsung dengan PT Telaga bernama Falentinus Abur.

“Kami sudah berulang kali kontak Tinus namun jawabannya ditunggu dan masih proses. Kami terlalu lama menunggu,” katanya.

Nasib yang sama juga dialami warga bernama Falter Mail (40). Falter mengaku membayar uang meteran listrik yang dijanjikan PT Telaga sejak Juli 2020 silam. Meteran pun tak kunjung pasang.

“Saya punya sudah luna. Kami di Desa Rana Mbeling setahu saya meteran 900 kwh. Ada yang sudah lunas semua, ada juga yang kasih panjar,” katanya.

Falter pun meminta PT penyedia tersebut segera memenuhi janjinya. Bila tidak diindahkan permintaan tersebut kata Rafael, pihaknya bakal meminta kembali uang tersebut. “Jangan beri harapan palsu ke masyarakat. Kami sudah bayar lunas,” tegasnya.

Saling Lempar

Darma, Staf PT. Telaga memastikan uang warga Desa Rana Mbeling telah diserahkan ke pihak PLN melalui Tinus.

“Itu hari memang sebagian uangnya disetor ke saya yang lainnya. Tetapi yang lainya mereka setor langsung ke Tinus sendiri. Karena semua uang meteran wajib disetor ke Tinus. Karena dia pegawai dari PLN yang bekerjasama dengan PT.Telaga. Uang yang setor ke saya, semuanya sudah di Tinus,” tegasnya.

Tinus pun membenarkan dirinya menerima uang dari beberapa warga Desa. Namun kata Tinus, pihaknya telah menyerahkan uang tersebut ke Diana Lewa selaku penanggung jawab dari PT.Telaga Ende Cabang Ruteng.

“Uang meteran masyarakat Desa Rana Mbeling sudah saya terima dan saya sudah setorkan semuanya ke Diana Lewa,” katanya.

Namun Diana Lewa membantah pernyataan Tinus yang telah menyerahkan semua uang meteran tersebut. Kata Diana, pihaknya hanya menerima sebagian uang warga yang telah membayar meteran.

“Kami percayakan Tinus untuk kumpul uang dari masyarakat Desa Rana Mbeling. Tapi kami hanya terima sebagian. Sisa Rp25 juta di Tinus. Ini yang bikin saya emosi. Nanti orang tuduh kita yang makan uang. Padahal supaya masyarakat tahu, uang sisa Rp25 juta, tinus belum kasih ke kami,” bebernya.

“Saat kami tagih, alasanya dia gadai BPKB mobil saja. Tapi dia hanya kirim foto BPKB saja ke saya, BPKB asli belum ada di saya,” tambahnya.

Diana Lewa pun geram dan ancam akan menarik mobil milik Tinus untuk menebus uang milik warga Desa Mbeling.

“Saya tidak mau tahu, mau dia punya mobil kek, mau dia punya anak buah punya mobil kek, pokonya besok saya tahan mobilnya. Karena lagi Rp25 juta yang belom setor ke kita,” timpalnya dengan nada kesal.

Diana memastikan, meteran untuk warga Desa Mbeling hingga saat ini belum ada. Pasalnya uang Rp25 juta belum diserahkan.

“Itu hari kami tangani sekitar 100 lebih (meteran), tapi material meterannya belom ada. Uang juga tinggal Rp25 juta yang belum disetor oleh Tinus ke kami,” tukasnya. (Firman Jaya).

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.