Diprotes Warga, Pemdes Golo Meni Kembalikan Uang Panjar Meteran Listrik

0

BORONG-Keluhan warga Desa Golo Meni terkait meteran listrik yang tidak sesuai pesanan mendapat titik terang. Pasalnya, sebagian uang warga yang protes dengan hal tersebut telah dikembalikan.

Kepala Desa Golo Meni Paulus Darman memastikan, pihaknya telah mengembalikan uang tersebut. Salah satunya uang milik Fransiskus Jandu yang jumlahnya Rp800 ribu.

“Sudah dikembalikan. Nanti coba ditanya langsung Ke Ferdinandus Jandu. Uang itu selama ini di pemilik CV,” ujar Paulus kepada Infolabuanbajo.com, Selasa (27/4/2021).

Sementara uang milik Edeltrudis Anul kata Paulus telah diserahkan ke pihak vendor. Saat ini kata Paulus, meteran tersebut masih dalam proses sertifikasi laik operasi (SLO).

SLO adalah sertifikat yang diterbitkan oleh Lembaga Inspeksi Teknik yang ditunjuk Pemerintah untuk melakukan inspeksi kelaikan operasi atas instalasi listrik yang dipasang di bangunan pemohon listrik. SLO menjadi bukti bahwa suatu instalasi listrik sudah laik operasi, atau sudah laik diberi tegangan listrik. “Uang itu sudah kita serahkan ke vendor untuk proses di SLO,” katanya.

Ferdinandus juga membenarkan bahwa dirinya telah menerima kembali kelebihan uang meterannya dari Pemerintah Desa.

“Uangnya sudah dikembalikan ke saya Rp800.000. Tadi pak bendahara sendiri yang bawa itu uang ke saya. Pak Fandri tadi namanya,” katanya.

Sementara Edeltrudis terus menagih meteran listrik yang telah dipanjar atau persekornya.

“Saya sangat memohon kepada pemerintah desa agar usahakan biar saya dapat meteran,” katanya. (Firman Jaya).

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.