Dewan Pers Mengutuk Tindak Kekerasan yang Menimpa Wartawan Tempo di Surabaya

0 14

Jakarta,InfoLabuanBajo.com- Dewan Pers mengecam tindak kekerasan yang menimpa Nurhadi (31), wartawa Tempo di Surabaya, yang terjadi Sabtu 27 Maret 2021 lalu.

Atas hal ini Dewan Pers pun mendesak pihak Mabes Polri untuk mengusut tuntas kasus kekerasan terhadap junalis ini.

“Kekerasan terhadap wartawan ini merupakan preseden buruk bagi sistem kemerdekaan pers di negara demokrasi seperti Indonesia,” kata Ketua Dewan Pers,Mohammad Nuh dalam siaran Pers tertulis pada, Selasa 30 Maret 2021.

Nurhadi diketahui mendapatkan perlakuan kasar bahkan penganiayaan setelah mengambil foto dan hendak meminta konfirmasi kepada mantan Direktur Pemeriksaan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Angin Prayitno Aji.

Pengambilan foto dan upaya konfirmasi ini dilakukan pada saat Angin Prayitno Aji melangsungkan resepsi pernikahan anaknya di Gedung Graha Samudera Bumimoro (GSB) di kompleks Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Laut (Kodiklatal) Surabaya, Jawa Timur, Sabtu 27 Maret 2021 malam.

Kekerasan terjadi ketika sejumlah pengawal Angin Prayitno Aji menganggap Nurhadi masuk tanpa izin ke acara resepsi pernikahan. Ia bahkan sudah menjelaskan statusnya sebagai wartawan Tempo yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.

Namun para pengawal tersebut tetap merampas telepon genggam Nurhadi dan memaksa untuk memeriksa isinya. Nurhadi juga mendapatkan penganiayaan dan penyekapan.

“Dewan pers pertama-tama memberikan dukungan moral untuk Saudara Nurhadi. Semoga diberi kekuatan batin untuk menghadapi permasalahan ini dan segera aktif kembali menjalankan profesi wartawan,” kata Mohammad Nuh.

Terkait kekerasan yang menimpa wartawan Tempo di Surabaya ini, berikut 3 sikap dari Dewan Pers

1. Mengutuk kekerasan terhadap saudara Nurhadi. Kekerasan tidak dibenarkan dilakukan kepada siapa pun, termasuk terhadap wartawan yang sedang melakukan kegiatan jurnalistik.

2. Mendesak Aparat Kepolisian untuk melakukan pengusutan dan penegakan hukum yang semestinya dan seksama atas kekerasan yang terjadi.

3. Mengingatkan kepada semua unsur pers untuk senantiasa berpegang teguh kepada Kode Etik Jurnalistik, termasuk di dalamnya aspek profesionalitas dalam melaksanakan tugas jurnalistik.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.