Data Fiktif Bangun Gapura SMKN 1 Peot, Bayar Tukang Tak Sesuai RAB

0

BORONG– Pembangunan gapura SMK N 1 Peot, Kelurahan Satar Peot, Kecamatan Borong menghabiskan anggaran Rp92 juta. Dana tersebut bersumber dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Pembangunan tersebut diduga menggunakan data palsu. Faktanya, penggunaan anggaran tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Berdasarkan data yang dikantongi media ini, meski papan informasi proyek tak ada tetapi alokasi anggaran dalam RAB Rp500 ribu. Begitu juga anggaran basecamp Rp500 ribu, namun faktanya para pekerja nginap di ruangan kelas sekolah tersebut.

Tak hanya itu, upah pekerja harian dibayar Rp60 ribu, tetapi laporan dalam RAB Rp80 ribu. Sementara untuk kepala tukang dibayar Rp120 ribu perhari. Akan tetapi laporan dalam RAB Rp150 ribu.

Proyek tersebut dikerjakan oleh enam orang buruh dan satu kepala tukang. Proyek tersebut berjalan selama tiga minggu pada bulan Mei 2021 kemarin.

Bendahara BOS SMK N 1 Peot Pius Kabut membenarkan jumlah anggaran tersebut. “Benar sekali, jumlah anggaran untuk pembangunan gapura itu sebesar Rp92 juta,” ujar Pius kepada Infolabuanbajo.com, Senin (6/9/2021).

Pius juga tak membantah tak adanya papan informasi dan basecamp untuk para tukang. “Memang benar sekali kalau kemarin itu tidak adanya pasang papan informasi,” tambahnya.

Namun kata Pius, pihaknya mengucurkan anggaran tersebut atas persetujuan Kepala Sekolah. Menurut Pius, dirinya sebagai Bendahara tidak memegang uang.

“Saya mengeluarkan anggaran atas persetujuan kepala sekolah. Saya memang Bendahara BOS tapi saya tidak pegang uang. Saat-saat tertentu saja baru saya pegang uang. Saya baru 7 bulan jadi bendahara BOS,” katanya.

“Kalau mau tahu lebih jauh soal anggaran lainnya mungkin kepala sekolah yang lebih tahu. Karena di saat tertentu saja baru saya pegang uang,” katanya.

Sementara Agustinus Galvan Daroli selaku PLT Kepala Sekolah belum berhasil dikonfirmasi. Saat media ini menyambangi rungan kerjanya, seorang guru di sekolah tersebut mengatakan Kepseknya sedang berada di Kupang.

Infolabuanbajo.com sudah berupaya untuk menghubungi melalui telpon, namun nomor yang bersangkutan tengah sibuk.

Sedangkan HS selaku orang tua siswa SMK N 1 Peot, mendesak Tipikor Polres Manggarai Timur melakukan audit atas penggunaan dana BOS tersebut.

“Kami sebagai orang tua siswa, mendesak Tipikor Polres Matim agar bisa lakukan audit atau pemeriksaan terhadap pengelolaan Dana BOS di SMK N 1 Peot. Masa bangun gapura saja , bisa menghabiskan dana sampai Rp92 juta. Coba lebih ke pembengunan fasilitas yang lebih diprioritaskan atau perhatikan gaji atau upah para guru dulu, itu yang lebih utama. Biar para guru bisa bersemangat mengajar,” tegasnya.

Diketahui, siswa SMK N 1 Peot berjumlah 1.400 jumlah siswa. Besaran dana BOS sekolah tersebut Rp2,240 miliar. (Firman Jaya).

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.