Bangun Bandara di Matim Untuk Kepentingan Pilkada Bupati Agas

0

BORONG– Peneliti Alpha Research Database Ferdy Hasiman menilai rencana Pemerintah Daerah (Pemda) Manggarai Timur (Matim) untuk membangun Bandar Udara di Tanjung Bendera, Kecamatan Kota Komba bukan hal yang mendesak.

“Apa yang urgen dengan bandara. Saya bisa pastikan bahwa pembangunan Bandara di Tanjung Bendera itu tidak akan bisa terjadi. Bandara tidak mensejahterakan masyarakat Matim,” ujar Ferdy kepada Infolabuanbajo.com, Selasa (8/6/2021).

Dikatakan Ferdy, bandara merupakan proyek besar dan bernilai proyek miliaran rupiah. Apalagi persentase manfaat bandara tersebut nantinya kata Ferdy hanya 0,1 persen. Hal tersebut membuat investor penerbangan enggan tanamkan modalnya di Matim.

“Para pebisnis penerbangan jelas mereka tidak akan mau. Coba bayangkan Garuda saja saat ini, jatuh bangun dan nyaris bangkrut. Garuda saja masih rental 60 pesawat,” tegasnya.

Ferdy pun sesalkan sikap Bupati Manggarai Timur Agas Andreas yang berhasil merayu masyarakat setempat hibahkan tanah dengan ukuran 100 hektar.

“Tanah dihibahkan sampai 100 hektar dan tidak menjamin kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Ingat, tanah untuk pembangunan bandara hanya dibutuhkan 20 sampai 30 hektar saja,” katanya.

Ferdy juga mengkritisi bungkamnya DPRD Matim atas rencana pembangunan Bandara tersebut. Sejatinya kata DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasannya memberi kritikan dan masukan kepada Bupati Agas.

“Saya merasa kaget kenapa Andreas Agas kok tetap ngotot itu untuk sebarkan isu atau untuk upaya hadirkan bandara di Matim. Sementara jelas-jelas ini bisnis ratusan miliar dan ini proyek fiktif,” jelasnya.

“Saya bingung Andreas Agas tetap ngotot mau meyakinkan masyarakat bahwa tanah tersebut dibutuhkan untuk Bangun Bandara. Jangan sampai ini untuk biaya pilkada. Nanti pasti akan ada anggaran untuk studi uji kelayakan atau lobi untuk terbitkan ijinnya walau nantinya tidak berhasil,” tambahnya.

Apalagi kata Ferdy, zaman Bupati Yosep Tote dan Andreas Agas sebagai Wakil pernah diupayakan bangun Bandara tersebut. Namun Kementerian Perhubungan tidak mengizinkan sebab dinilai belum layak.

“Tapi hari ini ko Pemda Matim masih juga ngotot bahwa mau upaya untuk hadirkan bandara. Ini bisa jadi Andreas Agas untuk kepentingan pilkada,” tukasnya. (Firman Jaya).

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.