Alumni SFTK Ledalero Jakarta Tuntut Pos Kupang Terapkan Kode Etik Jurnalistik, Ini Alasannya

0

JAKARTA– Alumni Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero Jakarta mengecam keras pemberitaan media Pos Kupang tentang STFK Ledalero yang menyebut salah satu Perguruan Tinggi (PT) yang dimerger di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Perwakilan Alumni STFK Ledalero Jakarta Frederikus Fios mengatakan, pihaknya mengapresiasi kepada Harian Umum Pos Kupang yang berkomitmen memberikan informasi dan layanan berita untuk mencerdaskan masyarakat di NTT.

Namun Frederikus meminta kepada Pos Kupang agar dapat lebih cerdas, cermat dan faktual dalam mengupdate dan memberikan informasi yang benar dan objektif kepada masyarakat. Hal tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip nilai universal yakni kebaikan, keadilan, kebenaran dan perdamaian.

“Kami alumni STFK Ledalero mengajak semua media online termasuk Pos Kupang untuk memerangi hoax dengan mempublikasikan fakta yang akurat sehingga tidak menimbulkan keresahan sosial bagi masyarakat,” ujar Frederikus kepada wartawan di Jakarta, Selasa (12/5/2021).

Lanjut Frederikus, pihaknya mengajak dan meminta media agar lebih berkomitmen untuk melaporkan berita dan jurnalisme investigatif sehingga berita yang disampaikan bersifat mendalam dan komprehensif.

“Kami Alumni SFTK Ledalero menuntut Pos Kupang untuk menerapkan Kode Etik Jurnalisme khususnya prinsip Cover Both Side dan keberimbangan dalam menurunkan berita dan bertanggung jawab atas kerugian material dan immaterial yang terjadi akibat berita yang tidak patut ini,” tukasnya.

Diketahui, media Pos Kupang tertanggal 11 Mei 2021 mempublikasikan sebuah berita bertajuk “47 Kampus Swasta NTT Merger”. Di dalam berita ini disebutkan alasan merger yakni jumlah mahasiswa tidak mencapai angka 1.000 orang.

Merujuk pada Surat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Pos Kupang memasukkan nama STFK Ledalero sebagai salah satu perguruan tinggi yang akan dimerger bersama dengan kampus-kampus lain di NTT.

Berita Pos Kupang ini dinilai tidak benar oleh Ketua STFK Ledalero Dr. Gusti Otto Madung melalui sebuah surat pernyataan pers civitas academica STFK Ledalero yang poin-poinnya disebutkan antara lain, faktanya jumlah mahasiswa STFK Ledalero saat ini 1239 orang dengan rincian 1051 mahasiswa program studi S1 Filsafat, 44 mahasiswa program Pendidikan Keagamaan Katolik dan 144 mahasiswa program Magister Teologi.

Selain itu disebutkan juga bahwa pangkalan data pendidikan tinggi (PDDIKTI) STFK Ledalero berstatus A yang artinya aktif. Pelaporannya STFK pun sampai saat ini 100 % tanpa pernah melakukan perbaikan atas data yang telah dilaporkan. Bahkan untuk hal ini, oleh LLDIKTI, STFK Ledalero menjadi peringkat 1 atau sistem pangkalan data terbaik untuk perguruan tinggi di LLDIKTI VIII. (Red).

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.